Ilustrasi. (BP/dok)

DENPASAR, BALIPOST.com – Pendaftaran sekaligus penyerahan berkas lamaran terkait lelang jabatan Sekda Provinsi Bali memasuki hari terakhir, Sabtu (20/1). Hingga sore, sedikitnya ada 7 pejabat yang mengajukan lamaran untuk jabatan tertinggi di birokrasi tersebut.

Karo Humas dan Protokol Setda Provinsi Bali, I Dewa Gede Mahendra Putra mengatakan, para pelamar jabatan Sekda diantaranya, Kepala Bappeda Litbang Provinsi Bali I Putu Astawa, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Provinsi Bali I Ketut Lihadnyana, Kepala BPBD Provinsi Bali Dewa Made Indra, Kepala Dinas Tanaman Pangan Provinsi Bali I.B. Wisnuardhana, Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Bali Luh Putu Haryani, Sekretaris DPRD Bali I Wayan Suarjana, dan Pejabat Fungsional Perencana Utama dari Bappenas Dewa Gede Sugihamretha.

“Khusus pelamar yang dari Bappenas setelah kita verifikasi tidak memenuhi syarat administrasi,” ujarnya.

Selain karena seorang pejabat fungsional, lanjut Mahendra, Dewa Gede Sugihamretha juga tidak pernah menduduki jabataneselon IIa. Termasuk belum mengikuti Diklat Pim II dan ada masalah pada surat keterangan sehat jasmani dan rohani. “Surat keterangan sehat jasmani dan rohani bukan dari RS yang ditunjuk yaitu RS Sanglah, tetapi RS Fatmawati, Jakarta. Jadi keputusan hasil seleksi administrasi kita serahkan ke pansel yang akan rapat pada hari Senin, tanggal 22 Januari 2018,” jelasnya.

Baca juga:  Tiongkok Bersikeras Tolak Manggis Indonesia

Sementara itu, Ketua Tim Panitia Seleksi (pansel), Cokorda Ngurah Pemayun mengatakan, pendaftaran dan penyerahan berkas sejatinya baru ditutup pukul 24.00 wita. Namun, jumlah pelamar hingga sore sudah memenuhi ekspektasi. Sebelum dirinya pensiun, Pemprov dipastikan sudah memiliki Sekda baru.

“Saya pensiun 1 Maret 2018, kemungkinan kalau tidak ada halangan di pusat, tanggal 23-24 Februari sudah kita punya (Sekda baru, red),” ujar pria yang kini masih menjabat Sekda Provinsi Bali ini.

Menurut Pemayun, semua pelamar memiliki kans yang sama untuk menduduki jabatan Sekda. Pasalnya, mereka sudah memiliki kemampuan memadai.

“Sekarang tinggal kemampuan manajerialnya, kemudian koordinasinya, nanti kita tanya,” imbuhnya.

Pemayun menambahkan, tahapan berikutnya setelah pendaftaran adalah seleksi administrasi pada 22 Januari, uji kompetensi pada 25-26 Januari, penulisan makalah pada 30 Januari, serta presentasi dan wawancara pada 1 Februari. (Rindra Devita/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.