Tukad unda
CBP untuk memenuh kebutuhan pengungsi Gunung Agung di Kabupaten Klungkung. (BP/dok)

SEMARAPURA, BALIPOST.com – Penutupan saluran irigasi akibat Tukad Unda diterjang banjir lumpur yang membawa material erupsi Gunung Agung telah mengakibatkan ratusan hektar lahan persawahan di Kabupaten Klungkung mengalami tunda tanam padi. Hal tersebut menyebabkan minus beras dari kebutuhan konsumsi masyarakat tahun ini berpotensi bertambah hingga ribuan ton. Menyikapi itu, pemkab memohon Cadangan Beras Pemerintah (CBP) kepada pemerintah Provinsi Bali.

Berdasarkan data yang dihimpun, lahan persawahan yang mengalami tunda tanam padi dan palawija, di Kecamatan Dawan 610 hektar dan Kecamatan Klungkung 94 hektar. Hal tersebut berpotensi mengurangi produksi beras tahun ini sebanyak 4.224 ton. Ditengah adanya ribuan pengungsi, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Klungkung, Putu Widiada menyatakan pemkab sudah mengamprah 100 ton beras ke Pemrov Bali.

Baca juga:  Semester I 2017, Produksi Beras Klungkung Minus 1.517 Ton

“Yang diamprah itu khusus untuk Kabupaten Klungkung. Untuk memenuhi kebutuhan ditengah gagal panen. Kalau untuk pengungsi beda lagi,” jelasnya.

Kebutuhan konsumsi ribuan, pejabat asal Kecamatan Penebel, Tabanan ini menyebutkan 4,4 ton per hari. Selain menghandalkan CBP, pasokannya juga datang dari donatur. “Ini kemungkinan terus berkurang karena ada pengungsi pulang,” sebutnya. Pada 2017, produksi beras minus 2.146 ton dari dari kebutuhan konsumsi masyarakat.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Klungkung, I Wayan Durma menjelaskan itu disebabkan adanya peralihan komoditi dan berkurangnya produktifitas lahan persawahan. Menutupi kekurangan itu, beras didatangkan dari berbagai daerah. Namun demikian, pihaknya bersama dinas terkait terus mendorong masyarakat untuk melakukan diversifikasi pangan. Dalam artian memanfaatkan pangan lokal, seperti jagung dan umbi-umbian. (sosiawan/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.