Bupati Suwirta saat melakukan penutupan TPA Sente, Minggu (31/12). (BP/ist)

SEMARAPURA, BALIPOST.com – Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sente, Desa Pikat Kecamatan Dawan resmi ditutup Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta, Minggu (31/12). Hal tersebut dikarenakam sudah tidak layak dan mengalami kelebihan kapasitas sampah dari yang semestinya.

“Namun meskipun TPA Sente telah ditutup, tidak berarti tidak ada aktivitas. Malah sebuah program pengolahan sampah revolusioner bernama Tempat Olah Sampah Sementara (TOSS) Gema Santi telah dimulai ditempat ini,” ujar Suwirta.

Adanya program itu, seluruh pegawai TPA Sente yang berjumlah 60 orang tidak diberhentikan, namun telah dididik untuk bisa melakukan proses pengolahan sampah di TPA Sente dan di Lepang. Seluruh sampah yang telah menumpuk akan diolah secara langsung melalui proses peuyeumisasi, briketisasi/peletisasi, dangasifikasi, dengan menggunakan bio activator.

Selama tiga hari, bau sampah akan hilang, dan dalam waktu sepuluh hari volumenya akan berkurang. Kemudian sampah yang telah olah dijadikan briket dan pelet yang dapat digunakan sebagai bahan bakar untuk proses memasak dan listrik.

Bupati Suwirta optimis bahwa program itu merupakan solusi untuk penanganan masalah sampah yang ada di Kabupaten Klungkung setelah tidak adanya TPA. “Dengan program ini, seluruh desa akan mengolah sampahnya menjadi briket dan pellet yang bernilai ekonomis,” ungkapnya.

Bupati asal Nusa Ceningan ini berharap program inovatif yang bekerjasama dengan Sekolah Tinggi Teknik (STT) PLN Jakarta itu dapat diterima masyarkat karena didalamnya terdapat sumber ekonomi alternative. Ke depan masing-masing desa didorong bisa mengolah sampahnya menjadi pelet dan bisa dijual dijual kepihak Indonesia Power. “Dengan program ini saya yakin Klungkung bisa bebas dari masalah sampah. Ke depan akan dihadirkan mesin pengolahan sampah dengan kapasitas lebih besar serta bangunan di TPA Sente akan diperluas,” jelasnya.

Baca juga:  Belum Bisa Sediakan Penyelamat Pantai, Bupati Suwirta Bagi Alat Keselamatan

Sementara itu GM Indonesia Power, IGAN Subawa Putra sangat menyambut positif program ini lantaran akan mampu mengahasilkan listrik kerakyatan. Ditambahkan, untuk melakukan ujicoba listrik dengan briket dari sampah akan dibutuhkan 30 ton sampah. Jika berhasil maka kebutuhan briket dari sampah untuk menjadi listrik akan sangat besar. Ia pun yakin melalui langkah ini permasalahan sampah di Klungkung akan bisa teratasi.

Pada penutupan itu juga diisi demo pengolahan sampah dari peuyeumisasi hingga menjadi bricket bahan bakar. kemudian dilanjutkan dengan demo memasak telor dan mie oleh Ny. Ayu Suwirta menggunakan bahan bakar bricket sampah. “Tidak ada aroma dari sampah akibat dari pembakaran, yang ada hanya aroma makanan yang telah matang,” ujar Ketua STT PLN Jakarta Dr. Ir. Supriadi Legino. (Adv/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.