warga
Beberapa warga yang diduga mengalami keracunan setelah menyantap nasi dan daging ayam saat mengikuti peringatan Maulid Nabi Minggu (17/12) malam yang lalu. (mudiarta/balipost)
SINGARAJA, BALIPOST.com – Sebanyak 29 orang warga diduga mengalami gejala keracunan makanan setelah menyantap hidangan pada peringatan Maulid Nabi yang digelar di rumah Sulaiman (35) warga Jalan Puau Selayar, Lingkungan Taman Sari, Kelurahan Kampung Baru Minggu (17/12) malam. Puluhan orang dewasa dan anak-anak tersebut dilarikan ke tiga rumah sakit berbeda di Buleleng.

Informasi dikumulkan di lapangan Senin (18/12) menyebutkan, sebelum kejadian warga mengikuti prosesi peringatan Maulid Nabi di rumah Sulaiman mulai pukul 16.40 wita. Diakhir acara, peserta kemudian menikmati hidangan seperti nasi kotak yang berisi daging ayam, sambel, dan sayur tumis.

Selain itu, peserta juga menikmati kue lemper dan anggur merah. Tidak berselang lama, beberapa warga mengeluh mual-mual hingga muntah-muntah. Bahkan, mereka merasa pusing pada kepala. Tidak hanya satu orang, namun satu persatu warga mengalami gejala keracunan hingga mereka dilarikan ke tiga rumah sakit seperti di RSUD Buleleng, Rumah Sakit Kerta Usadha, dan Rumah Sakit Umum Paramasidhi, Singaraja.

Seluruh warga menjalani perawatan di tiga rumah sakit karena menunjukkan tanda -tanda mengalami keracunan makanan. Dari jumlah itu, sembilan orang dirawat di RSUD, sembilan orang di Rumah Sakit Kerta dan 11 orang dirawat di Rumah Sakit Paramasidhi Singaraja. Dari jumlah 21 warga menjalani rawat jalan. Sedangkan delapan orang dewasa dan balita lainnya kemarin masih menjalani rawat inap karena maish memerlukan observasi lanjutan.

Baca juga:  Sambil Tidur Ternyata Bisa Bakar Kalori, Ini Caranya

Kapolsek Kota Singaraja Kompol A.A Wiranata Kusuma seizin Kapolres Buleleng AKBP Suratono, S.I.K. membenarkan terjadi dugaan keracunanan tersebut. Kompol Wiranata mengatakan, untuk sementara polisi masih mengumpulkan saksi-saksi dan melakukan pemeriksaan terhadap sempel makanan untuk memastikan penyebab dugaan keracunan itu.

Dari keterangan saksi pengusaha katering, nasi yang disantap oleh puluhan warga tersebut dipesan di salah satu usaha katering di Banyuning Singaraja.

Selain melayani pesanan nasi di Taman Sari, pesanan yang sama juga dikirim ke wilayah Banyuning. Hanya saja, pesanan dari Banyuning tidak ditemukan adanya tanda-tanda keracunan seperti dialami warga di Taman Sari. polisi sudah berkordinasi ke Dinas Kesehatan (Dinkes) agar meneliti sempel makanan yang disantap warga di Taman Sari.

“Kalau kejadian duagaan keracunan itu benar terjadi, kami masih menyelidiki. Makanan itu dipesan di satu tempat catring dan selain di Taman Sari juga dipesan di Banyuning. Setelah dicek pesanan di Banyuning tidak mengalami seperti di Taman Sari, kami masih kumpulkan barang bukti dulu,” jelasnya. (mudiarta/balipost)

 

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.