sampah
Mengatasi permasalahan sampah, Pemkab Klungkung menggulirkan program Tempat Olah Sampah Setempat (TOSS). Program yang bekerjasama dengan Sekolah Tinggi Teknik (STT) PLN Jakarta ini dilaunching Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta di Balai Subak Desa Pekraman Lepang Desa Takmung Banjarangkan, Selasa (12/12). (BP/adv)

MENGATASI permasalahan sampah, Pemkab Klungkung menggulirkan program Tempat Olah Sampah Setempat (TOSS). Program yang bekerjasama dengan Sekolah Tinggi Teknik (STT) PLN Jakarta ini dilaunching Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta di Balai Subak Desa Pekraman Lepang Desa Takmung Banjarangkan, Selasa (12/12).

Pada kesempatan itu, turut hadir Ketua STT PLN Jakarta Dr. Ir. Supriadi Legino, General Manager PT PLN Persero Distribusi Bali Nyoman Suarjoni Astawan, dan Direktur Utama PT Indonesia Power Ny. Sripeni Inten Cahyani beserta undangan terkait.

Supriadi Legino dalam laporannya menyatakan program tersebut juga langsung mengolah sampah menjadi listrik. Ini menjadi program sekolahnya dalam bidang penelitian dan pengembangan dengan metode inovasi terbuka. “Ini berfungsi mengatasi permasalahan sampah yang ada di perkotaan dan dapat mengatasi kekurangan pasokan listrik,” ungkapnya.

Penerapan program ini akan menyebabkan tidak adanya proses pemilahan. Sampah akan diolah secara langsung melalui proses peuyeumisasi, briketisasi/peletisasi, dan gasifikasi, dengan menggunakan bio aktivator. Dalam tiga hari, bau hilang, dan dalam sepuluh hari volume sampah sudah berkurang. Ini juga akan menghasilkan briket dan pellet yang dapat digunakan sebagai bahan bakar untuk proses memasak dan listrik.

Terobosan ini juga dinilai selaras dengan program kerja dari Pemkab, yakni Gerakan Masyarakat Santun dan Inovatif (Gema Santi). Setelah melalui tahapan survey, analisa, uji coba, hingga sosialisasi, maka dari itu, bersama STT PLN mengadakan kerja sama yang dalam implementasinya kemudian diberi nama TOSS Gema Santi.

Baca juga:  Komitmen Wujudkan KLA, Pemkab Langsung Sabet Dua Penghargaan

“Program bagai upaya pengelolaan dan pemanfaatan sampah menjadi energi melalui proses peuyeumisasi, briketisasi/peletisasi, dan gasifikasi,” jelasnya.

Direktur Utama PT Indonesia Power Sripeni Inten Cahyani mengapresiasi inovasi yang diambil Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta dalam hal mengatasi permasalahan mengenai sampah yang ada di Kabupaten Klungkung. Hal yang senada juga disampaikan General Manager PT PLN Persero Distribusi Bali Nyoman Suarjoni Astawan mewakili Direktur Utama PT PLN Persero Sofyan Basir.

Bupati Suwirta menyampaikan bahwa program yang digagas  ini sebagai solusi untuk penanganan masalah sampah yang ada di Kabupaten Klungkung. Penerapannya akan melibatkan tenaga kerja yang akan sempat bekerja di TPA Sente. “Yang terpenting Klungkung bisa bersih dari sampah,” tegasnya.

Bupati asal Nusa Ceningan ini berharap program tersebut dapat diterima masyarakat karena didalamnya terdapat sumber ekonomi alternatif. Ini juga didorong untuk berkembang di seluruh desa. “Desa bisa membuat pellet yang nantinya dapat dijual ke pihak Indonesia Power yang kemudian diolah menjadi sumber energi listrik, sehingga tidak ada alasan lagi untuk menolak sampah. Setelah acara launching usai, dilanjutkan dengan kegiatan demo yang bertempat di IPLT Lepang. (Adv/balipost)

 

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.