Pilgub Bali
Koster bersama jajaran pengurus PDIP di Bali. (BP/dok)
AMLAPURA, BALIPOST.com – Setelah menerima rekomendasi Megawati Soekarno Putri, bakal calon Gubernur Bali, Wayan Koster, langsung tancap gas melakukan konsolidasi ke seluruh Bali. Pada Minggu (3/12), Koster melanjutkan konsolidasi partainya ke Kantor DPC PDIP Karangasem. Koster mengaku optimis bisa menang Pilgub Bali pada 27 Juni 2018 dengan target perolehan suara minimal 65 persen. Tetapi, disinggung bagaimana target capaian suara di Karangasem, Koster mengaku berat.

Kedatangan Koster disambut ratusan kader dan simpatisan PDIP di Kantor DPC PDIP Karangasem, Jalan Ahmad Yani, Galiran, Amlapura. Mengenakan pakaian adat putih, Koster diiringi pekikan merdeka sejak turun dari mobil hingga menuju wantilan tempat pertemuan konsolidasi itu digelar. Ketua DPD PDIP Bali ini datang bersama Sekretarisnya Jaya Negara, Ketua DPP PDIP Made Urip dan Gusti Ngurah Alit Kusuma Kelakan.

Dalam konsolidasi itu, dia meyakini  ideologi partai yang sudah terbangun cukup kuat, agar partai ini semakin solid. Itulah sebabnya, DPD mengagendakan konsolidasi ke seluruh daerah. Dia mengakui sebelum dan sesudah rekomendasi turun masih ada fitnah di ruang terbuka. Meski demikian, dia menegaskan situasi itu bisa diatasi dengan baik. Secara empiris, dia menyebut 41 persen suara sebelumnya adalah modal berharga. Dan, angka target minimal 65 persen, tinggal bergerak sedikit lagi untuk mencapai target itu. “Berapa pun pasangannya nanti dalam Pilgub, mau dua atau tiga pasangan, target kita tetap 65 persen minimum,” tegasnya.

Dia meminta jajarannya sekarang aktif bergerak mendekati pemilih. Tidak hanya di partai, tetapi di luar simpatisan PDIP. Tetapi, dia mengingatkan agar setiap tujuan baik, dicapai dengan cara -cara yang baik. Harus tetap santun, dan beretika, dengan cara-cara bermartabat.

“Jangan ikut-ikutan nyerang, walaupun kita diserang. Jelaskan saja dengan baik-baik. Kalau saya diserang, saya menikmati betul. Tidak usah reaktif. Saya pernah di bilang Koster Buaya Sejati. Itu file nya saya simpan. Itu latihan mental. Kalau saya di fitnah itu adalah membersihkan diri saya. Jadi, jangan emosional,” ujarnya.

Baca juga:  Enam Nama Bacagub dan Bacawagub Diserahkan Tim Nawa Sanga

Dengan cara ini, dia yakin nanti pilgub ini berjalan penuh dengan peradaban atau berlangsung damai. Kalau konsolidasi ini berjalan sampai Februari nanti, tanpa ada dinamika politik, dia semakin yakin kemenangan tinggal menunggu waktu. “Badung, Tabanan, Jembrana, Buleleng, Gianyar dan Bangli, sudah pasti menang. Denpasar tinggal menunggu kepastiam calon lawan. Di Karangasem, geliatnya bagus. Tanda-tanda kita menang ada. Tapi, memang cukup berat,” tegasnya.

Memenangkan Pilgub Bali di Karangasem diakui berat, karena tiga pilar utama politik di bumi lahar, yakni Bupati Karangasem, Ketua DPRD Karangasem dan Wakil Bupati Karangasem, tidak ada kader dari PDIP. Meski demikian Ketua DPC PDIP Karangasem Gede Dana menegaskan seluruh kadernya sudah kompak, satu jalur memenangkan Wayan Koster sebagai calon Gubernur Bali, 27 Juni 2018.

“Mari terus kawal KBS, saya tidak mau pengalaman tahun 2013, terulang. Kalau saja dulu tidak dicurangi, kita sudah punya Gubernur. 2018 Wayan Koster pasti akan menjadi Gubernur,” tegasnya.

Ketua DPP PDIP Made Urip, meminta seluruh kader dan simpatisan jangan sombong dulu. Sebab, proses ke depan masih panjang. Dia berharap dukungan terhadap Koster mudah-mudahan ini bukan saja dipermukaan, tetapi nancap ke bawah. Karena suara nenek, petani dan lainnya sama nilainya dengan profesor. Sekaa, banjar dan komunitas disana lah suara politik yang harus digarap. “Jangan sampai ada kader yang ngopling (berjalan setengah-setengah). Koster ini siap betul membangun pendidikan. Menciptakan SDM yang bagus untuk membangun Bali. Jadi pengurus partai gak usah aneh-aneh. Jangan korupsi maupun selingkuh. Itu pesan ibu Megawati,” tegasnya. (bagiarta/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.