Petugas BMKG menjelaskan tentang siklon (badai) tropis yang tumbuh sangat dekat dengan pesisir Selatan Pulau Jawa dengan nama Cempaka. (BP/dok)
DENPASAR, BALIPOST.com – Pusat Peringatan Dini Siklon Tropis BMKG (Tropical Center Warning Center/TCWC), Senin (27/11) pada pukul 19.00 WIB berhasil mendeteksi siklon (badai) tropis yang tumbuh sangat dekat dengan pesisir Selatan Pulau Jawa dengan nama Cempaka. Siklon Tropis Cempaka tersebut diprediksi menyebabkan hujan lebat disertai angin kencang dan petir di wilayah Indonesia, termasuk Bali.

Kabid Data dan Informasi BMKG Wilayah III Denpasar, Sujabar, mengatakan, adanya siklon tropis dan bibit siklon tropis tersebut mengakibatkan terbentuknya pola belokan angin (shear) dan konvergensi di wilayah Indonesia.

Untuk di Bali, pembelokan arah mata angin terjadi dari Barat Daya ke arah Timur Laut. Sehingga, hal ini menyebabkan abu vulkanik erupsi Gunung Agung mengarah ke Air Space Bandara International I Gusti Ngurah Rai. Hal ini menyebabkan, Bandara Ngurah Rai ditutup sementara hingga Rabu (29/11) pukul 07.00 Wita.

“Pengaruhnya (Siklon Tropis Cempaka-red) terhadap Bali terjadi perubahan arah mata angin dari Barat Daya terjadi pembelokan yang menyebabkan arah angin ke Timur Laut. Sehingga air space di Bandara Ngurah Rai terdampak abu vulkanik,”ujar Sujabar saat presscon, Selasa (28/11).

Baca juga:  Begini Dampak Badai Marcus di Selat Bali

Selain itu, dampak dari Siklon Tropis Cempaka juga berdampak pada peningkatan tinggi gelombang diatas 2 meter, hujan ringan hingga lebat, angin kencang dengan kecepatan 30 knot, maupun potensi puting beliung di daerah sekitarnya hingga 30 November. “Namun, kondisi ini dinamis, sehingga bisa berubah sewaktu-waktu,”tandasnya.

Pihaknya mengimbau kepada masyarakat agar waspada potensi genangan, banjir, maupun longsor bagi yang tinggal di wilayah berpotensi hujan lebat, terutama di daerah rawan banjir dan longsor. Kemudian juga waspada terhadap kemungkinan hujan disertai angin yang dapat menyebabkan pohon maupun baliho tumbang atau roboh, serta menghibau agar masyarakat tidak berlindung di bawah pohon jika hujan disertai kilat atau petir. (winata/balipost)

 

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.