GIANYAR, BALIPOST.com – Meningkatnya curah hujan dan angin kencang yang melanda Gianyar sejak beberapa minggu terakhir, mulai memicu  banyak bencana alam seperti banjir, longsor dan pohon tumbang. Meski belum sampai memakan korbann jiwa masyarakat tetap dihimbau waspada.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ginyar, A.A. Gde Oka Digjaya mengakui sejumlah bencana alam yang terjadi dalam beberpa hari terakhir. “Atas sejumlah kejadian itu, petugas BPBD Gianyar telah disiagakan. Setiap ada laporan, langsung ditindaklanjuti,” ucapnya.

Oka Digjaya mencontohkan bencana pohon tumbang menutup akses jalan di Banjar Susut, Desa Buahan, Payangan pada Kamis (23/11). Pohon tersebut tumbang lantaran diterjang hujan deras dan tanah pada akar pohon labil.Petugas BPBD pun langsung terjun ke lokasi tersebut melakukan evakuasi.

Kejadian masih berlanjut Jumat (24/11) pukul 06.30. Hujan semalaman membuat pohon kelapa tumbang dan menghalangi jalan Pantai Saba di Banjar/Desa Pering Kecamatan Blahbatuh. Berselang beberapa jam, tanah longsor terjadi di sebuah tebing di Banjar Timbul, Desa Pupuan Kecamatan Tegallalang.

Baca juga:  Musim Hujan, Jalur KA Banyuwangi-Jember Rawan Longsor

Longosoran tanah itu membawa material pepohonan menutup badan jalan. Adapun pohon yang terbawa longsor jenis cempaka dengan tinggi 6 meter.

Oka Digjaya mengatakan setiap kejadian pohon tumbang langsung dipangkas supaya akses jalan tidak terganggu. Termasuk tanah longsor yang menimbun jalan langsung disemprot supaya tidak licin. “Cuaca begini, banyak terjadi longsor dan pohon tumbang, saya harapkan masyarakat untuk lebih waspada,” ujarnya.

Dikatakan daerah rawan bencana, meliputi dataran tinggi seperti Payangan, Tegallalang dan Tampaksiring. Kawasan itu disebut sebagai daerah rawan dengan kondisi tanah yang labil. “Ketika cuaca buruk, untuk menghindari daerah rawan,” tandasnya. (Manik Astajaya/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.