PDAM
Kondisi air keruh di sejumlah rumah warga di Denbantas. (BP/par)
TABANAN, BALIPOST.com – Sejak tiga hari terakhir, sejumlah warga di wilayah desa Denbantas, kecamatan Tabanan mengeluhkan air PDAM Kabupaten Tabanan yang bercampur lumpur. Alhasil, kondisi air terlihat lebih keruh dari biasanya. Bahkan, untuk memasak, warga mengaku harus memanfaatkan air kemasan.

Seperti yang disampaikan salah seorang warga perumahan multi bintang Denbantas, Ary, yang mengaku harus menguras bak mandinya hingga berkali kali, karena endapan lumpur yang terbawa air PDAM. “Untuk cuci dan mandi, terpaksa gunakan air ini karena ga ada sumber air lain, tetapi kalau untuk masak sementara pakai air kemasan, atau beli makan di luar,” ucapnya.

Dikatakannya, kondisi ini mulai terjadi sejak Minggu (19/11), saat itu air PDAM memang sempat mati sejak pukul 10.00 wita sampai sore hari sekitar pukul 16.00 wita. Dan saat air mulai mengalir, warnanya sedikit pekat dan terlihat ada lumpur. “Sempat hidup sore, malamnya mati lagi dan hidup masih dengan lumpur, dan selanjutnya hidup seperti biasa tetapi masih keruh,” katanya.

Baca juga:  Gawat, Ketersediaan Air di Jawa Kritis

Kondisi serupa hampir terjadi di seluruh warga perumahan, hanya bagian sebelah utara atau sekitar 200 meter dari lokasinya tinggal, air tetap bening. “Katanya salurannya beda dengan perumahan saya,” katanya.

Terkait kondisi air yang keruh, Humas PDAM Tabanan, Gede Wijana, ketika dikonfirmasi mengakui memang terjadi sedikit kekeruhan pada sejumlah saluran ke pelanggan. Ini dikarenakan adanya proses perbaikan di sumber mata air, Petiga kecamatan Marga. “Pipa transmisi rusak, jadi air sedikit mengalami gangguan, tapi petugas sudah langsung melakukan penanganan,” ucapnya.

Pria berkepala plontos inipun mengatakan proses perbaikan pipa transmisi sudah selesai dan tinggal normalisasi, sehigga air bisa kembali normal dan lancar. (puspawati/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.