Ilustrasi. (BP/dok)

DENPASAR, BALIPOST.com – Kericuhan terjadi di pabrik tepung Jalan Gatot Subroto I, Denpasar Timur (Dentim),  Senin (20/11) lalu. Pemicunya Yakobus Kase alias Jack menelepon Alvianto (27) dan ujung-ujungnya mereka perang mulut. Beberapa menit kemudian, Alvianto bersama teman-temannya datang ke TKP. Bukannya  menyelesaikan masalah, Alvianto malah menganiaya Yohanes Kehi (27). Padahal mereka sama-sama asal Nusa Tenggara Timur (NTT). Untung saja pecalang banjar setempat cepat tiba di TKP dan mengamankan pelaku.

“Kasus ini dilaporkan hari Selasa pukul 01.10 Wita. Setelah memeriksa korban dan saksi, pelaku atas nama Alvianto kami tahan,” kata Kapolsek Dentim Kompol Adnan Panibu, Selasa (21/11).

Menurut Kapolsek Adnan, sekitar pukul  20.00 Wita, korban bersama teman-temannya duduk di mess pabrik tersebut. Berselang satu jam kemudian, datang pelaku bersama enam temannya. Setibanya di TKP, pelaku ribut dengan Jack. “Gara-gara ribut di HP itu berbuntut panjang,” ungkapnya.

Baca juga:  Pencurian HP Terungkap Dari Rekaman CCTV Counter

Saat itulah korban teriak supaya digeledah yang membawa pisau. Mendengarkan teriakan tersebut, pelaku menghampiri dan langsung memukul mulut korban hingga luka. Pelaku semakin kalap lalu  sebelah kiri menedang korban hingga tersungkur di tanah.

“Dari keterangan saksi, pelaku menendang korban sebanyak satu kali mengenani bagian perut hingga jatuh. Saat berusaha  bangun, pelaku memukul korban sebanyak tiga kali dan mengenai wajahnya. Pecalang setempat yang tahu ada kejadian itu langsung ke TKP dan melerai perkelahian itu,” tegasnya.

Adnan mengungkapkan, Jack sebenarnya tinggal di Jalan Soka, Mengwi, Badung dan saat kejadian kebetulan dia ada di TKP. Akibat kejadian itu, korban mengalami luka di bagian mulut kiri dan siku kanan. “Kami mengimbau kepada warga supaya jika ada masalah agar diselesaikan baik-baik atau lapor ke polisi,” ujar perwira asal Sumatera Utara  ini.(kerta negara/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.