DENPASAR, BALIPOST.com – Pemilik rentcar mesti hati-hati dalam mencari pelanggan karena sindikat penggelapan mobil mencari mangsa di Bali. Salah satu sindikat penggelapan mobil rentcar ditangkap Polsek Denpasar Barat (Denbar).

Kompolotan yang ditangkap yaitu Jonathan Armando Marhaendra alias Jonathan (25), Nico Febriano alias Ichsan (24), Rendy Agung Putra Imami alias Gendut (24) dan Eko Yulianto (35), Jumat (17/11). “Mereka ini juga terlibat pemalsuan dokumen karena saat beraksi pakai KTP dan SIM palsu. Untuk kasus ini (pemalsuan dokumen) sedang didalami,” kata Kapolsek Denbar Kompol Gede Sumena, didampingi Kanit Reskrim Iptu Aan Saputra, Selasa (21/11).

Kronologisnya, lanjut Kompol Sumena, para pelaku menginap di Hotel Pop Harris Denpasar Jalan Teuku Umar, Denpasar. Dari sana pelaku mencari mangsa dengan mengecek rentcar lewat online. Selanjutnya pada 12 November lalu, lewat online pelaku menyawa mobil dan serah terima di hotel tersebut.

Setelah satu minggu kemudian, pemilik mobil Toyota Calya DK 1628 CG, I Gusti Kade Sudiardana (32) mengecek ke TKP dan penyewa mobil tersebut sudah tidak ada. Korban langsung melapor ke Polsek Denbar.

Baca juga:  Begini, Modus Oknum Sopir Taksi Online Lakukan Penipuan

Hal sama juga dialami Wayan Selamet Riadi (44). Pelaku membawa kabur mobil Toyota Innova DK 1787 TC. “Modusnya sama, pelaku menyewa mobil tersebut dengan menunjukkan KTP dan SIM,” ungkapnya.

Berdasarkan laporan kedua korban, tim yang dipimpin Iptu Aan didampingi Panit Buser Ipda Nengah Seven Sampeyana, melakukan penyelidikan. Alhasil tersangka Rendy dan Nico terlacak di Hotel Every Day, Kuta dan langsung ditangkap. Hasil interogasi, giliran Jonathan dan Eko di Jalan Gelogor Carik, Denpasar Selatan. “Barang bukti yang kami amankan dua SIM dan dua KTP palsu. Printer yang dipakai membuat dokumen palsu. Kami mengimbau bila ada yang merasa jadi korban, silahkan lapor ke Polsek Denbar. (Kerta Negara/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.