Pengungsi di SKB Kayuamba mengisi waktu dengan membuat banten. (BP/dok)
BANGLI, BALIPOST.com – Gedung Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) di Kayuambua Susut yang selama ini menjadi pos pengungsian warga Karangasem kini sudah kosong. Ratusan jiwa pengungsi yang sebelumnya menempati pos pengungsian tersebut sudah pulang ke rumah mereka masing-masing secara bertahap pascaturunnya status Gunung Agung dari level awas ke siaga.

Saat ini jumlah pengungsi yang masih bertahan di Bangli sebanyak 123 jiwa. Mereka terpusat di Pos Pengungsian Kubu. Komandan Posko Penanganan Darurat Bencana Gunung Agung di Kabupaten Bangli yang juga Dandim 1626 Bangli Letkol Cpn. Andy Pranoto, Minggu (19/11) mengatakan berdasarkan pendataan terakhir di pos pengungsian SKB pada 15 November lalu, jumlah pengungsi yang ada di sana sebanyak 17 jiwa.

Setelah hari itu, mereka meninggalkan pos pengungsian SKB dan memilih pulang ke kampung halamannya masing-masing. “Per tanggal 17 November, pengungsi yang tersisa tinggal 123 orang. Mereka terpusat di Posko Kubu saja. Di tempat lain baik di SKB maupun di tempat-tempat yang tidak resmi sudah nihil,” terangnya.

Dijelaskan Letkol Andy, para pengungsi yang sebelumnya menempati pos pengungsian SKB berasal dari Besakih Kecamatan Rendang dan Desa Ban Kecamatan Kubu. Dua wilayah tersebut masuk dalam kawasan rawan bencana (KRB). Salah satu alasan pengungsi memilih pulang karena anak-anak mereka dalam waktu dekat ini akan melangsungkan ujian.

Baca juga:  Tanggap Bencana Disosialisasikan lewat Lomba Poster

Meskipun Dinas Pendidikan Provinsi sudah memberikan arahan bahwa pelaksanaan ujian untuk anak pengungsi bisa dilakukan di tempat pengungsian. “Mereka sempat menyampaikan perihal anak-anak sekolah yang dalam waktu dekat akan melangsungkan ujian. Bagi mereka yang sekolah-sekolahnya sudah dibuka lagi tentu bisa kembali belajar dan mempersiapkan ujian di sekolah asal,” jelasnya.

Sementara itu disinggung mengenai ketersediaan logistic untuk 123 jiwa pengungsi yang kini menempati posko induk Kubu, perwira asal Jawa Tengah ini menyampaikan masih cukup aman. “Stok logistik masih aman,” imbuhnya.

Sementara itu, dikonfirmasi terpisah Koordinator Pengungsi di SKB Pasek Lanang Sadia mengatakan bahwa para pengungsi di SKB sudah pulang ke kampung halaman masing-masing sejak 16 November. Sebelumnya mereka beralasan pulang untuk merayakan hari raya. Namun setelah itu mereka tak lagi kembali ke pos pengungsian.

Padahal pihaknya sudah sempat menyarankan warga yang tinggal di wilayah KRB 2 dan 3 untuk tetap mengungsi. Pihak posko juga sempat merencanakan pengungsi di SKB akan disatukan di posko Kubu. “Mungkin karena dianggap aman sehingga mereka banyak yang tidak balik dan kembali,” jelasnya. (Dayu Swasrina/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.