Ilustrasi. (BP/dok)
DENPASAR, BALIPOST.com – Mayoritas anggota Koalisi Rakyat Bali (KRB) rupanya mengerucut hendak mengusung satu paket dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) Bali. Paket yang diusung ini adalah Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra-I Ketut Sudikerta (Dharma-Kerta), sesuai hasil pertemuan yang digelar, Kamis (16/11) malam.

Ketua DPD Partai Demokrat Bali, Made Mudarta mengatakan, ada tiga partai dalam koalisi yang mengusulkan paket Dharma-Kerta. Yakni, Partai Dmeokrat, Gerindra, dan Nasdem. Anggota KRB lainnya seperti Perindo mengusulkan sebaliknya yaitu paket Kerta-Dharma. Kemudian Hanura mengusulkan Kerta-GPS (I Ketut Sudikerta-Gede Pasek Suardika).

“Hasil pertemuan bisa dikatakan sudah mengerucut paket Dharma – Kerta,” ujar Ketua DPD Demokrat Bali, Made Mudarta.

Selain tiga usulan paket yang muncul, sejatinya sempat mencuat pula paket Dharma-Arta (Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra-I Made Mudarta). Mudarta sendiri tidak membantah hal itu dan menyebut opsi paket itu muncul dari aspirasi dan kreativitas relawan.

Di sisi lain, Mudarta juga menegaskan bila KRB semakin hari justru semakin solid dan kompak untuk melahirkan satu pasangan calon. “Agar bisa head to head,” jelasnya.

Dikonfirmasi terpisah, Ketua DPD Partai Golkar Bali, I Ketut Sudikerta masih belum menentukan siapa yang akan mendampinginya maju dalam pemilihan gubernur Bali 2018. Wakil Gubernur Bali ini berkelit masih menunggu hasil survey. “Tunggu, kan sedang disurvey. Paket sedang disurvey. Sabar,” ujarnya singkat.

Baca juga:  GWK Bisa Jadi Ikon Baru Pariwisata Bali

Sementara itu, internal Partai Golkar telah sepenuhnya menyerahkan keputusan itu kepada Sudikerta. Lobi-lobi politik masih sangat cair dan dinamis. “Kami di internal menyerahkan sepenuhnya kepada Pak Sudikerta. Jadi apapun yang diputuskan oleh beliau, kita berharap beliau juga berkoordinasi dengan DPP, sudah tentu kami di bawah akan mengikuti,” ujar Sekretaris DPD Golkar Bali, I Nyoman Sugawa Korry.

Menurut Sugawa Korry, rekomendasi DPP juga setali tiga uang. Artinya, Sudikerta yang sudah diusung menjadi calon gubernur dari Partai Beringin punya kewenangan penuh untuk menentukan siapa wakilnya.

Saat inipun, proses tersebut sedang berlangsung. Internal partai bahkan menghindari untuk memberikan opini kepada Sudikerta. “Kami sifatnya memberikan dukungan. Agar fokus dalam negosiasi-negosiasi, makanya kita tidak mencampuri itu. Jadi, kita menyerahkan sepenuhnya karena kan usernya beliau langsung dan diberikan mandat juga oleh DPP seperti itu,” paparnya.

Sugawa Korry berharap, Sudikerta bisa memanfaatkan waktu dengan sebaik-sebaiknya sebelum pendaftaran calon di bulan januari 2018. Situasi politik yang dinamis merupakan hal yang biasa jelang pilgub.

Demikian pula dengan lobi-lobi politik. Wakil Ketua DPRD Bali ini memastikan jika Golkar akan mengusung calon dengan berkoalisi. “Semua yang paling bagus itu kan memang dengan lebih banyak, cuma siapa mereka, dengan cara apa kan masih perlu diskusi,” tandasnya. (Rindra Devita/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.