besakih
Wisatawan mulai berdatangan ke Besakih pasca status Gunung Agung diturunkan dari level awas ke siaga. (BP/nan)
AMLAPURA, BALIPOST.com – Objek wisata Pura Besakih perlahan mulai kembali dikunjungi wisatawan domestik maupun mancanengara. Sebab, semenjak status Gunung Agung dinaikkan dari Level III (Siaga) ke Level IV (Awas) pada 22 september objek wisata Besakih di tutup untuk kunjungan wisatawan. Namun semenjak adanya penurunan status dari awas ke siaga pada 29 oktober lalu pariwiata Pura Besakih kembali dibuka.

Paacadibukanya pariwisata Besakih sejak 3 November itu, sebanyak 1.290 wisatawan berkunjung ke Besakih. Wakil Manajer Manajemen Operasional Pengelolaan Kawasan Pura Agung Besakih, Jro Mangku Wayan Ngawit, Minggu (13/11) mengungkapkan, pascadibukanya objek pariwisata Pura Agung Besakih sejak sembilan hari lalu tepatnya pada 3 November akibat status Gunung Agung diturunkan dari level awas ke siaga, perlahan kunjungan wisatawan yang datang mulai berdatangan.

Menurut Mangku Ngawati, meskipun kunjungan belum sepenuhnya normal seperti awal ketika Gunung Agung masih normal, namun kunjungan ini patut disyukuri.

Mangku Ngawati mengungkapkan, dari jumlah kunjungan selama sembilan hari ini mencapai 1.290 orang pengunjung yang terbagi atas 1.027 wisatawan asing dan 263 wisatawan domestik. Dengan kondisi sekarang ini, kunjungan mencapai ribuan selama sembilan hari sudah lumayan banyak. Sementara jika dikalkukalikan kunjungan wisatawan dari 1 Januari-11 November ini mencapai 177.443 orang dengan rincian 154.631 wisatawan asing dan 22.812 orang wisatawan domestik.

“Kalau per harinya kunjungan dari sembilan hari lalu sekitar 143 orang dengan rincian 114 wisatan asing dan 29 wisatan domenstik. Dan kunjungan masih didominasi wisatawan asing. Jumlah ini memang jauh dibawah jika dibandingkan ketika kondisi normal. Karena kalau situasi normal kunjunhan per harinya mencapai 655 orang,” jelasnya.

Baca juga:  Evakuasi saat Erupsi Juga Gunakan Jalur Laut

Dikatakannya, kunjungan paling ramai datang ke Besakih pada bulan Juni-Juli. Sebab, pada bulan tersebut merupakan hari libur anak-anak sekolah. Sehingga anak-anak khususnya di Jawa memanfaatkan hari libur mereka di Bali khususnya ke objek wisata Pura Agung Besakih.

Sementara Desember mendatang diharapkan kunjungan bisa normal seperti yang dulu. Karena biasanya mulai pertengahan Desember sampai akhir Desember biasanya kunjungan kembali meningkat. Karena disana ada libur natal. “Hanya saja seperti pengalaman-pengalaman sebelumnya di bulan Desember lebih banyak wisatawan keluarga. Kalau bulan Juni-Juli anak anak sekokah. Semoga saja situasi bisa terus membaik, sehingga kunjungan wisatawan ke Besakih terus mengalami peningkatan,” harap Jro Mangku Ngawit.

Lebih lanjut dikatakannya, untuk target pendapatan dari sektor pariwisata Besakih ditarget sebesar Rp 2,2 miliar. Dan sampai sekarang ini pemasukan sudah mampu melebih target yang ditetapkan yakni mencapai Rp 2,7. “Kita berharap dengan adanya pemasukan sampai akhir tahun bisa mencapai Rp 3 miliar. Sehingga bisa melampui target yang ditetapkan,” harap Jro Mangku Ngawit. (eka prananda/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.