BEM FIP Undiksha menggelar Lomba Budi Pekerti untuk memperingati Sumpah Pemuda. (BP/ist)
SINGARAJA, BALIPOST.com – Beragam acara digelar untuk memperingati Sumpah Pemuda. Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Pendidikan Ganseha (Undiksha) Singaraja misalnya, memanfaatkan momentum hari Sumpah Pemuda dengan menggulirkan pemilihan remaja berbudi pekerti.

Pemilihan tahun ini merupakan tahun ke-13. Pesertanya tidak saja dari Bali, namun dari Jawa Timur (Jatim) dan Jawa Barat (Jabar) mulai mengikuti kompetisi bertaraf nasional tersebut. Wakil Rektor (Warek) III Undiksha Dr. Drs. I Gusti Ngurah Pujawan M.Kes., saat menghadiri upacara pembukaan, Sabtu (29/10) mengatakan, pemilihan remaja berbudi pekerti merupakan kegiatan positif di tengah merosotnya nilai karakter yang cenderung mengarah pada perilaku hedonis dan individualis di kalangan pemuda. Secara tidak langsung kondisi ini menimbulkan perilaku kalangan pemuda semakin jauh dari nilai budaya bangsa.

Selain itu, kegiatan tersebut sebagai momentum mengembalikan karakter siswa menuju arah lebih baik terlebih mereka akan kembali ke sekolah masing-masing dan diharapkan dapat menyebarkan pengalaman dan ilmu yang didapatkan saat mengikuti lomba. Pujawan juga menilai lomba tepat karena sudah menjadi agenda rutin setiap peringatan Hari Sumpah Pemuda sebagai momentum kebangkitan generasi penerus bangsa di tengah era globalisasi saat ini. “Dulu pemuda berkumpul dari seluruh tanah air menyamakan fikiran dan komitmen menuju Indonesia merdeka. Sekarang mari kita isi kemerdekaan dengan hal-hal positif demi kemajuan nusa dan bangsa dan salah satunya adalah dengan lomba remaja berbudi pekerti ini,” katanya.

Baca juga:  Era Globalisasi, Pemuda Harus Miliki Jiwa Kepemimpinan, Cerdas, Kreatif, dan Inovatif

Sementara itu, ketua panitia Dewa Gede Dwipayana mengatakan lomba melibatkan 20 orang siswa berasal di beberapa daerah di Indonesia. Sejak pendaftaran dibuka, panitia menerima 75 orang yang peserta yang mendaftar secara online. Setelah diseleksi ditetapkan 20 besar peserta terbaik, hingga dilanjutkan dalam pemilihan.

Para peserta lomba dinilai dalam tiga kriteria penilaian yakni prestasi akademik, keterlibatan dalam ekstrakulikuler di sekolahnya masing-masing dan juga kepribadian. Dari beberapa kriteria itu, peserta akan dinilai oleh para juri yang kompeten dan pada akhinya akan diseleksi tiga peserta terbaik untuk mendapatkan juara dan penghargaan. “Selain mendapatkan piala bergilir Gubernur Bali, pemenang juga dapat piala tetap Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Provinsi Bali dan juga uang pembinaan, para juara juga berkesempatan memperoleh surat rekomendasi Rektor Undiksha masuk perguruan tinggi tersebut tanpa seleksi,” jelasnya.

Setelah menjalani pemilihan dari dewan juri, akhirnya remaja berbudi pekerti 2017 direbut oleh Ni Putu Sri Indrani Remitha (siswa SMAN 2 Amlapura). Ahmad Fauzi (SMAN 1 Cikakak), dan Putu Wahyudi Sinduarta (SMAN 1 Singaraja). (Mudiarta/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.