TMMD
Penutupan TMMD ke 100 di Lapangan Banjar Calo, Desa Pupuan, Tegalalang, Kamis (26/10). (BP/nik)

 

GIANYAR, BALIPOST.com – Setelah sebulan TNI dan masyarakat bergelut dengan pembuatan jalan sepanjang 1650 meter, TMMD ke 100 yang menghubungkan Banjar Tangkup dengan Banjar Timbul Desa Pupuan, Tegalalang ini akhirnya ditutup, Kamis (26/10).

Upacara penutupan digelar di lapangan Banjar Calo, Desa Pupuan, Tegalalang degan dikomando Kasdam IX/Udayana Brigjen TNI Stephanus Tri Mulyono.

Upacara yang diikuti pasukan dari Satgas TMMD ke 100 Kodim 1616/Gianyar dengan instansi terkait selain itu juga dihadiri oleh Bupati Gianyar Anak Agung Bhrata, Forkompimda Gianyar serta pejabat jajaran Kodam IX/Udayana.

Kasdam IX/Udayana Brigjen TNI Stephanus Tri Mulyono menyampaikan dengan tingginya kepercayaan rakyat terhadap TNI mengindikasikan bahwa kedekatan dan kemanunggalan TNI dan rakyat semakin baik untuk program TMMD ke-100. “Hakekatnya ini adalah sebagai implementasi, upaya untuk menggali dan membangkitkan kembali sistem kekebalan tubuh atau imunitas bangsa,“ ucapnya.

Dikatakan, kebersamaan dan kemanunggalan TNI dengan masyarakat selama pelaksanaan TMMD, baik dalam kegiatan fisik maupun non fisik. “ Diharapkan dapat mengembalikan nilai-nilai luhur yang saat ini terasa semakin terkikis oleh arus globalisasi dan modernisasi, agar kekebalan tubuh atau imunitas Bangsa Indonesia dapat bertahan dari derasnya ancaman yang semakin sulit,“ ujarnya.

Bupati Gianyar, AA Gde Agung Bharata menyampaikan, TMMD dilaksanakan dalam upaya pemberdayaan masyarakat, sekaligus membangun keswadayaan dan pastisipasi masyarakat dalam proses pembangunan. ”Keberhasilan pelaksanaan TMMD memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat di Desa Pupuan. Kemudahan akses transportasi dan peningkatan kualitas hidup yang berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ujar Agung Bharata.

Baca juga:  Gianyar Kekurangan 9 Ribu LPJ

Sementara Dandim 1616/Gianyar, Letkol Kav Asep Noer Rokhmat sebagai Dansatgas TMMD ke 100 Kabupaten Gianyar menyampaikan, pelaksanaan TMMD dimulai tanggal 27 September sampai dengan 26 Oktober 2017. “Kegiatan yang dilaksanakan yaitu sasaran fisik pembuatan jalan di Banjar Tangkup dan Banjar Timbul  dengan panjang 1.650 Meter dan lebar 7 m, pembuatan gorong-gorong, pembuatan Jamban sebanyak 4 unit, serta bedah rumah,“ jelasnya.

Dikatakan, mekanisme pelaksanaan TMMD dilaksanakan oleh Satgas sebanyak 150 orang dan dibantu masyarakat dengan alokasi dana sebesar Rp. 223.056. 000.000,.

Selain membangun dan membangkitkan kembali nilai-nilai kebersamaan hal ini sejalan dengan tema yang diangkat yaitu “Percepatan Pembangunan Meningkatkan Kemandirian Pangan dan Kesejahteraan Masyarakat”. Tema ini sangat selaras dengan Nawa Cita Presiden Republik Indonesia, Ir. Joko Widodo, yang salah satunya adalah membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia. (manik astajaya/balipost)

 

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.