hotel
Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Bali, Tjok Oka Artha Ardhana Sukawati mengukuhkan PHRI Cabang Klungkung di Halaman Kertha Gosa, Senin (23/10). (BP/sos)
SEMARAPURA, BALIPOST.com – Pembangunan hotel dan restoran sebagai pendukung pariwisata di Kabupaten Klungkung semakin pesat. Hanya saja, dibalik itu, masih ada separuh lebih yang belum terdata. Hal ini menyebabkan promosi kurang maksimal. Demikian juga dengan pembangunan baru sulit diprediksi.

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Bali, Tjok Oka Artha Ardhana Sukawati menyampaikan itu saat pengukuhan PHRI Cabang Klungkung di Halaman Kertha Gosa, Senin (23/10).

Mantan bupati Gianyar ini menyatakan hotel dan restoran yang belum terdata lebih banyak pada jenis non bintang. Jumlahnya mencapai sekitar 60 persen sebagian besar tersebar di kawasan Nusa Penida yang potensi pariwisatanya paling besar jika dibandiingkan wilayah lain di Kabupaten Klungkung. “Ini membuat pembangunan hotel sulit diprediksi. Jangan sampai membangun, tapi ternyata masih ada yang belum dipromosikan,” katanya.

Pendataan itu, perlu ada kerjasama pemerintah daerah dengan PHRI. Kedepan, data harus benar-benar akurat. Selain itu, pria yang akrab disapa Cok Ace ini menyatakan akomodasi pariwisata juga harus dilengkapi denah yang jelas.

Baca juga:  Persaingan Ketat, Industri Pariwisata Harus Kedepankan Kualitas SDM Berkelas Dunia

Demikian juga jarak dari tempat satu ke yang lainnya. “Jangan sampai gara-gara kesalahan denah, wisawatan komplin. Potensinya yang ada juga didata jelas. Begitu juga jaraknya,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Klungkung, I Nengah Sukasta menyatakan hotel dan restoran yang telah terdata baru sektar 300 unit. Ia pun tak menampik masih adanya yang tercecer. “Jumlah hotel dan restoran dua kali lipat lebih dari yang sudah terdata. Selama ini pendataan sudah dilakukan. Namun terus terang saja kami akui masih ada kucing-kucingan dengan pengelola,” katanya.

Terbentuknya PHRI, diharapkan bisa membantu memaksimalkan pendataan. Ini pun akan dikomunkasikan dengan pemerintah desa yang mengetahui seluk beluk pembangunan. “Dengan terbentuknya PHRI Klungkung, apa yang menjadi persoalan bisa ditindaklanjuti. Bisa lebih maksimal,” tandasnya. (sosiawan/balipost)

 

 

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.