Dua warga Loteng diamankan ke Polsek Banjarangkan setelah dihajar masa akibat maling ayam. (BP/sos)
SEMARAPURA, BALIPOST.com – Dua warga Lombok Tengah (Loteng), Senun (30) dan Pajar Jaswadi (19) babak belur dihajar masa, Sabtu malam (21/10). Menyusul, ulahnya yang mencuri ayam milik warga Dusun/Desa Negari, Kecamatan Banjarangkan, I Made Lotra (43), warga asal Dusun Negari, Kecamatan Banjarangkan, Klungkung.

Atas pembuatannya itu, pria yang bekerja sebagai buruh ini langsung diamankan ke Polsek. Sesuai informasi yang terhimpun, Minggu (22/10), kasus yang berlangsung pukul 23.30 Wita ini pertama kali diketahui warga Dusun Negari, I Ketut Suyasa (22). Saat itu, pelaku tengah mengambil ayam dibawah pohon nangka dekat warung korban.

Korban yang langsung diberitahu, bergegas menghampiri. Dilihat, ayamnya beserta enam ekor anak telah dibungkus dengan karung. Atas hal itu, pelaku langsung ditangkap. Bahkan ini turut menyulut emosi warga sekitar yang datang ke lokasi. Pelaku pun langsung dihajar hingga babak belur. Untungnya hal itu tak berlangsung lama. Salah seorang petugas Polsek Banjarangkan yang mendengar keributan datang ke lokasi dan langsung menggiringnya ke Polsek.

Baca juga:  Diburu, Maling Ini Sembunyi di Posko Ormas

“Kedua pelaku sempat dicacak warga.  Untung ada anggota yang rumahnya di sana menyelamatkan,” ujar Kapolsek Banjarangkan, AKP Ni Luh Wirati.

Namun sejauh ini, belum diiketahui motif  kedua pelaku melakukan aksi tak terpuji itu. Pihaknya pun tengah melakukan pengembangan. “Kami masih melakukan pengembangan. Tapi saya belum tahu apakah kedua pelaku ini pernah mencuri ayam di tempat lain,” ujar seraya menambahkan pelaku dijerat pasal 364 KUHP tentang pencurian ringan dengan ancaman hukuman penjara paling lama tiga bulan.

Kasus serupa juga sempat terjadi di kandang milik I Nengah Mudana (60), di subak Kacang Dawa, Desa Kamasan, Klungkung, Sabtu (21/10) pagi. Dari kejadian tersebut, korban kehilangan 16 ekor ayam aduannya. Hanya saja, ini tidak diilaporkan ke kepolisian meskpun menelan kerugian sektar Rp 3 juta. (sosiawan/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.