Ni Luh Made Eka Sasiani
BANGLI, BALIPOST.com – Penderita kanker serviks di Kabupaten Bangli tergolong masih cukup tinggi. Data Dinas Kesehatan, Jumat (6/10), mencapai 71 kasus. Dari jumlah tersebut, satu kasus di derita anak berumur 4,5 tahun.

Kabid Pencegahan Penanggulangan Penyakit (P3) Dinas Kesehatan Bangli Ni Luh Made Eka Sasiani mengungkapkan, 71 kasus yang terdata tersebar di empat kecamatan yang ada di Bangli. Kata dia, penderita kasus kanker serviks ini mulai dari balita berumur 4,5 tahun sampai lanjut usia. “Anak umur 4,5 tahun yang terkena kanker serviks ini melalui kanker darah atau leukemia, ” ungkap Sasiani.

Sasiani mengatakan, di Bangli diyakini masih banyak kasus kanker serviks yang belum terdata masih cukup banyak. 71 kasus ini baru berdasarkan laporan dari tiga puskesmas dari 12 puskesmas yang ada di Bangli. Tiga puskesmas yang sudah menyampaikan kasus kanker serviks diantaranya dari Puskesmas Tembuku I, Puskesmas Susut II dan Puskesmas Susut I.

“Jika laporan dari puskesmas lain masuk pasti ada penambahan kasus. Kita masih tetap menunggu laporan dari puskesmas lainnya,” katanya.

Pihaknya meminta masyarakat khususnya kaum hawa mulai dari anak-anak hingga lanjut usia supaya mau memeriksakan dirinya untuk menditeksi kanker serviks sejak dini. Karena semakin dini penyakit ini ditemukan, maka penanganannya akan lebih maksimal untuk menuju ke arah kesembuhan.

Dia mengakui, selama ini kesadaran masyarakat masih sangat rendah untuk memeriksakan dirinya. Padahal di masing-masing puskesmas sudah menyediakan IVA tes bagi warga yang mau memerisakan diri. Hanya saja, warga yang hendak memeriksakan diri malalui IVA tes masih sangat redah. Inilah butuh kesadaran yang tinggi untuk pengecekan mengingat masyarakat tidak tahu dengan penyakit ini, karena mereka baru akan tahu ketika grade lanjut.

Baca juga:  Ingin Mati Bersama, Ibu Tusuk Anak Kandungnya

“Di setiap puskesmas sudah ada IVA tes. Nanti jika ada warga yang hendak memeriksakan dirinya tinggal datang ke puskesmas. Nanti disana akan dijadwalkan untuk IVA tesnya oleh petugas puskesmas. Sementara untuk pap smear warga yang sudah masuk BPJS bisa melakukan pengecakan ke Rumah Sakit BMC secara gratis,” terangnya sembari menyatakan warga yang memeriksakan diri melalui IVA tes dan pap smear baru ratusan orang.

Dikatakan Sasiani banyak faktor yang dapat menyebabkan kanker serik seperti pola makan, hubungan sek dengan bergonta ganti pasangan. Karena dengan berganti-ganti pasangan akan mempercepat terjadinya kanker serviks.  Untuk itu, pihaknya menghimbau supaya fakto-faktor ini bisa dilaksanakan oleh masyarakat khususnya perempuan untuk mencegak kasus serviks. “Kanker serviks ini disebabkan banyak faktor. Jadi kita tidak bisa memastikan 100 persen yang terkena kanker servik karena ganti-ganti pasangan,”tegasnya.

Untuk meminimalisir kasus kanker servik ini, Lanjut Sasiani pihkanya sudah rutin melakukan penyuluhan, sosialisasi ke masyarakat maupun perorangan. Sementara untuk di kalangan pelajar pihaknya juga sudah melaksanakan lomba-lomba yang materinya menyangkut kanker serviks. Dia berharap dengan upaya yang telah dilakukan mampu menekan kasus kanker serviks di masyarakat. “Kegiatan sudah rutin kita lakukan. Kini tinggal butuh kesadaran masyarakat untuk mau memeriksakan dirinya,” paparnya.

Disinggung apakan di Bangli sudah melakukan vaksin untuk kanker serviks ini, Sasiani menegaskan sampai saat ini Bangli belum bisa melaksanakan vaksin kanker serviks akibat keterbataan anggaran.”Mudah-mudahan kedepan ada anggaran, sehingga kita bisa melakukan vaksinasi secara gratis,” harap Sasiani. (eka prananda/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.