Kuliah
Tersangka pengedar sabu Gede menjalani pemeriksaan setelah ditangkap pada 25 September 2017 yang lalu.(BP/mud)
SINGARAJA, BALIPOST.com – Seorang mahasiswa di salah satu perguruan tinggi di Buleleng, Agus Maulidin asal Desa Patas, Kecamatan Gerokgak ditangkap polisi setelah membeli narkoba jenis sabu dari seorang pengedar di Kecamatan Seririt.

Tersangka diketahui memasan sabu dari pengedar Gede Astrawan (41), asal Kelurahan Seririt. Pesanan nasrkoba itu melalui hubungan telpun dan keduanya sepakat akan bertransaksi di jalan raya Seririt-Glimanuk wilayah Dusun Brongbong, Desa Celukan Bawang, Kecamatan Gerokgak.

Dari tangan Agus polisi menyita satu paket sabu seberat 0,7 gram. Dari pengembangan tersangka Gede akhirnya ditangkap dirumahnya. Kedua tersangka bersama barang bukti diamankan ke Mapolres Buleleng untuk kepentingan pemeriksaan lebih lanjut.

Menurut Kepala Satuan (Kasat) Narkoba Ketut Adnyana Tunggal Jaya seizin Kapolres Buleleng AKBP Made Suka Wijaya Selasa (3/10), peredaran narkoba di Buleleng barat mulai marak dan tidak menutup kemungkinan di Buleleng Timur atau daerah lain juga tetap marak dan kami berupaya untuk memburu terus pemakai dan pengedar, katanya.

Baca juga:  Petani di Gelagahlinggah Diamankan Polisi Karena Tebang Pohon di Hutan

Sementara tersangka Agus di hadapan polisi mengaku baru pertama kali menkonsumsi narkoba. Dia mengaku membeli satu paket sabu yang dijual oleh Gede seharga Rp 500.000 untuk satu kali pakai. Tersangka Agus mengaku menggunakan uang kuliahnya untuk membeli sabu.

Sementara tersangka Gede mengaku, bisnis haram ini dijalaninya karena tidak ada pekerjaan untuk menghidupi keluarga. Sebagai penegdar, dia menjual sabu kepada calon pelangganya di seputaran Kecamatan Seririt. Rata-rata dalam satu hari, sabu yang dijualnya laku antara satu hingga dua paket. Rata-rata satu paket sabu siap pakai dijual Rp 250.000. Bisnis haram itu dilakoninya sekitar enam bulanan. (mudiarta/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.