status
Aktivitas normal. (BP/dok)
AMLAPURA, BALIPOST.com – Warga di Desa Besakih masih tetap melakukan aktifitas seperti biasa. Belum ada kekhawatiran yang berlebihan dialami oleh masyarakat. Meski begitu, warga diminta tetap waspada dengan situasi yang sekarang ini. Hal itu ditegaskan Bendesa Adat Besakih Jro Mangku Widiartha saat meminta kejelasan informasi terkait situasi terbaru Gunung Agung di Pos Pemantauan Gunung Agung di Desa Rendang, Selasa (19/9).

Mangku Widiartha mengungkapkan, jika dengan adanya gempa bumi ditambah dengan adanya informasi hujan abu memang sedikit membuat warganya panik. Karena akibat informasi tersebut warga Besakih sampai banyak yang keluar rumah, bahkan ada beberapa warga yang pindah ke rumah kerabatnya yang ada di luar Besakih.

Pihaknya sudah meminta kepada seluruh waga Besakih agar tetap tenang, jangan teralu gelisah, jangan resah melihat hal-hal belum sepenuhnya benar. Meki begitu, pihaknya tetap menghimbau untuk tetap waspada untuk sebagai bentuk antisipasi ketika terjadi hal terburuk mengingat telah dinaikknannya status Gunung Agung dari level waspada ke siaga.

Baca juga:  Erupsi Lagi, Suara Gemuruh Terdengar hingga Pos Pantau Rendang

“Kami tetap mengimbau warga agar tetap waspada sebagai antisipasi hal-hal yang tidak diinginkan supaya warga bisa bersiap-siap untuk menghindar agar tidak adanya warga menajdi korban jiwa. Kami juga berharap dari level siaga nantinya bisa turun ke normal. Karena secara kasat mata Besakih masih aman karena belum ada perubahan-berubahan yang dialami secara kasat mata yang dilihat,” tegas Jro Mangku Widiartha.

Sementara itu Suryawan megungkapkan, sampai saat ini warga hanya sebatas waspada saja. Sementara himbauan secara resmi dari pemerintah untuk mengungsi ke tempat yang lebih aman belum ada. “Kalau himbauan resmi dari pemerintah untuk meminta meninggalkan Besakih belum ada. Karena situasi masih baik-baik saja,” tegas Karyawan. (eka prananda/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.