dinsos
Delapan ABK KM Cahaya Nirmala diserahkan oleh BPBD Buleleng ke Pemprov Bali untuk selanjutnya dipulangkan ke daerah asal mereka masing-masing. (BP/mud)
SINGARAJA, BALIPOST.com – Setelah sempat menginap di kawasan Pelabuhan Celukan Bawang, Kecamatan Gerokgak, delapan Anak Buah Kapal ABK KM Nirmala Cahaya II diserahkan kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali Selasa (12/9).

Setelah menjalani pemeriksaan kesehatan, pemeriksaan oleh polisi, dan dan melengkapi adminsitrasi, mereka diantarkan ke Pemprov Bali menggunakan mobil oprasional Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Buleleng. Rencananya, ABK ini akan dipulangkan ke Flores dan Bima Nusa Tenggara Barat (NTB) oleh Dinas Sosial (Dinsos) Pemprov Bali.

Kepala Pelaksana BPBD Made Subur di sela-sela rapat di gedung DPRD Buleleng mengatakan, secara keseluruhan kondisi delapan ABK KM Cahaya Nirmala II sehat dan tidak menunjukkan glagat orang trauma setelah kapal yang mereka awaki tenggelam pada Senin (11/9) lalu sekitar pukul 00.45 wita.

Sejak berhasil di evekuasi oleh tim gabungan Basarnas, Angkatan Laut (AL), Polisi Perairan (Polair) Polres Buleleng, ABK tersebut telah memberikan keterangan kepada kepolisian seputar kerjadiaan naas tersebut. “Ini bagian kerja bersama baik kami, Basarnas, TNI AL, dan Polair. ABK kita jemput di pelabuhan dan setelah mengisi adminsitrasi di BPBD, kami sudah antar mereka ke Pemprov dan oleh BPBD Bali menyerahkan ke Dinsos Bali dan baru dipulangkan ke masing-masing daerah asal ABK itu,” katanya.

Baca juga:  KM Pieces Tenggelam, 30 ABK Hilang

Diberitakan sebelumnya, delapan ABK KM Cahaya Nirmala (bukan 12 orang), berhasil ditolong oleh kapal TB MBP 3205 yang dinahkodai Rudy Sasongke. Satu dari delapan BK itu bernama Rusdam (37) asal Flores. Sedangkan, tujuh lainnya masing-masing Iwan (37) Ibrahim (55) (Nahkoda KM Cahaya Nirmala II, Asanudian (53), Brunai (24), Edison (36), Aan Wayudin, dan Mocthar (55), semuanya warga Bima, Nusa tenggara Barat (NTB).

Sebelum kapal tenggelam, kedelapan ABK ini sekitar empat jam berusaha bertahan di lautan lepas menggunakan rakit buatan dari bahan-bahan bangunan yang kebetulan diangkut. Rencananya, bahan bangunan itu dikirim melalui Surabaya menuju Bima NTB. Namun naas, karena cuaca buruk, kapal mereka tenggelam setelah dihantam gelombang dengan ketinggian sekitar tiga meter. (mudiarta/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.