PHRI
Ketua PHRI Bangli I Ketut Mardjana. (BP/nan)
BANGLI, BALIPOST.com – Kunjungan wisatawan domestik maupun mancanegara yang datang berkunjung ke Museum Geopark, di Penelokan, Kintamani sangat rendah. Hal itu disebabkan, banyaknya pengunjung belum mengetahui museum tersebut. Atas kondisi itu, pemkab diminta agar terus mempromosikan untuk mengingkatkan jumlah kunjungan ke museum tersebut.

Ketua PHRI Bangli I Ketut Mardjana mengatakan, selama ini kunjungan wisatawan ke museum sangat sedikit. Kata dia, hal itu disebabkan lantaran sebagian pengunjung belum mengetahui museum tersebut. Maka dari itu, agar kedepannya pengunjung yang datang ke musem meningkat, pemkab diminta terus proaktif untuk mempromosikan museum Geopark.

“Saya lihat kunjungan wisatan ke museum  Geopark sangat rendah. Untuk meningkatkan kunjung dibutuhkan gebrakan lebih untuk lebih mempromosi museum itu,” ungkap Mardjana belum lama ini.

Marjana mengungkapkan, pihaknya sangat menyayangkan museum yang megah di bangun dengan anggaran miliar rupiah itu tidak bisa dimaksimalkan dengan baik untuk menarik pengunjung. Tak hanya itu, pengelolaan museum itu juga harus jelas. Sehingga ke depan pengelolaan lebih bagus dan bisa berjalan maksimal ke depannya.

Baca juga:  Lontar Bali di Museum Leiden Belanda Hanya Salinan

Lebih lanjut dikatakannya, pihaknya juga menyayangkan penataan pedagang acung di objek wsiata penelokan masih belum bisa tertata dengan baik. Sebab, masih banyak pedangan acung yang berkeliar. Pemerintah hanya bisa menyalahkan pedagang acung, namun belum mampu menyediakan tempat yang bagus untuk menampung mereka.

“Mereka butuh sarana sebagai tempat untuk berjualan. Kalau sudah disiapkan tempat yang strategis dan bagus, mereka pasti mau menempati tempat yang disiapkan. Sehingga para pedagang-pedagang itu tidak lagi berkeliaran,” jelas Mardjana.

Sementara itu, Kabid Promosi Dinas Pariwisata dan Kebudayaaan (Disparbud) Bangli I Wayan Merta tak menampik jika selama ini kunjungan yang ke Meseum Geopark di Penelokan, Kintamani masih rendah. Penyebabnya akibat minimnya promosi yang dilakukan selama ini. “Rendahnya kunjungan akibat kurangnya promosi di dalam daerah maupun di luar daerah,” ungkap singkat Wayan Merta. (eka prananda/balipost)

 

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.