Asing
Ilustrasi. (BP/dok)
GIANYAR, BALIPOST.com – Seorang narapidana kabur dari Rutan Kelas II B Gianyar, Kamis (7/9). Anehnya, narapidana, Putu Suciawan Bin Nyoman Sutama ini tidak kabur dengan membobol bangunan.

Ia melarikan diri setelah berhasil mengecoh petugas rutan, dengan meminta diantar ke seputaran Ubud. Petugas Rutan Gianyar pun kini kelimpungan mencari narapidana asal Buleleng itu.

Awalnya pada Rabu (6/9) sore sekitar pukul 14.00 wita, Suciawan dan narapidana Ketut Wirayuda mendapat izin keluar rutan untuk membeli sound musik. Dikawal petugas rutan, dua narapidana ini lantas berangkat menggunakan mobil dinas menuju toko alat musik di seputaran Renon, Denpasar.

Usai membeli peralatan itu, mereka ternyata tidak langsung balik ke Rutan Gianyar, melainkan menuju ke seputaran Ubud. Hal ini dilakukan atas permohonan narapidana, Suciawan berkata ingin menemui temannya.

Permohonan ini dikabulkan petugas Rutan Gianyar. Setiba di Ubud, diduga Suciawan diberikan keluar sendiri tanpa pengawalan. Sementara petugas rutan dan narapidana Ketut Wirayuda menunggu di mobil.

Selang 20 menit Suciawan tak kunjung kembali. Terkejut dengan kondisi ini, secara bersama mereka lantas mengecek ke pegawai Ubud Event, namun hasilnya nihil. Putu Suciawan Bin Nyoman Sutama  yang menjalani massa hukuman sejak 19 November 2016 ini berhasil melarikan diri.

Baca juga:  Soal Tahanan Kabur, Terakhir Sidang Pemeriksaan Saksi Bea Cukai

Kejadian ini lantas dilaporkan ke Kepala Rutan Kelas II B Gianyar. seluruh jajaran Rutan ini lantas melakukan operasi pencarian di seputaran wilayah Ubud, serta melakukan koordinasi dengan aparat terkait di lingkungan Ubud, namun hasilnya nihil.

Aparat kepolisian pun turut serta melakukan lidik kasus ini. Pihak Rutan juga melaporkan kejadian tersebut secara lisan kepada Kepala Divisi Pemasyarakatan di Kanwil Hukum dan HAM.

Kapolres Gianyar, AKBP Djoni Widodo membenarkan kejadian itu. Dikatakan pihaknya kini melakukan pengejaran berkordinasi dengan Polres Buleleng. “Kita berupaya cari ke tempat tinggalnya. Juga koordinasi dengan tim Cyber,” ujar AKBP Djoni Widodo.

Ditanya soal arah pelarian, pihak kepolisian belum bisa menjelaskan. Mengenai keberadaan petugas Rutan yang mengawal selama belanja alat musik, belum dilakukan pemeriksaan oleh polisi. “Masih sebatas internal mereka di Rutan,” tandasnya. (Manik Astajaya/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.