dewan
Anak Agung Gede Raka. (BP/nan)
BANGLI, BALIPOST.com – Selama ini bantuan yang diberikan pemerintah kepada Dewan Pendidikan d inilai masih kecil. Melihat kecilnya bantuan yang diberikan untuk kegiatan yang dilakukan, dewan pendidikan meminta kepada pemerintah diharapkan meningkatkan bantuan tersebut. Hal itu diungkapkan Ketua Dewan Pendidikan Terpilih Anak Agung Gede Raka, Minggu (27/8).

Gede Raka mengungkapkan, selama ini bantuan yang diberikan pemerintah memang di nilai masih kecil. Kata dia, banyak kegiatan yang dilakukan dewan pendidikan. Hanya saja, dengan keterbatasan dana yang dimiliki sebelumnya pihaknya hanya bisa melaksanakan dua program saja yakni melaksanakan monitoring Ujian Nasional (UN) dan monitoring komite. Itupun tidak merata dilakukan di semua sekolah, hanya beberapa sekolah saja disambangi untuk melakukan monitoring tersebut.

Dia mengungkapkan, pihaknya berharap bantuan yang diberikan pemerintah kepada dewan pendidikan di Bangli supaya bisa lebih ditingkatkan lagi kedepannya. Sehingga semua program-program yang bakal dibuat bisa dilaksanakan dengan maksimal.

Sebab, tupoksi dari dewan pendidikan adalah untuk memediasi sekolah SMA terutama sekolah SMK. Karena selama ini, kegiatan yang bisa dilakukan sangat terbatas lantaran terkandala dana. “Sebelumnya kita hanya melakukan monitoring di dua sekolah yakni di SMAN 2 Bangli dan SMKN 2 Bangli. Dana yang digunakan itu merupakan bantuan dari  Dirjendikdasmen. Jadi kedepannya kalau memungkinkan bantuan yang diberikan pemerintah ke kita bisa ditingkatkan lagi. Dengan begitu segala kegiatan yang diprogramkan tidak semuanya bisa dijalankan dengan maskimal,” harapnya.

Baca juga:  Diskop Bali Dorong Pertumbuhan Koperasi Sektor Riil

Lebihlanjut dikatakannya, pihaknya lebih cenderung memediasi sekolah SMK, mengingat sekolah SMK melaksanakan Praktek kerja industri (prakerin) yang melibatkan siswa-siswi di dunia industri untuk tujuan pendidikan, pembelajaran dan pelatihan  untuk meningkatkan mutu siswa dalam dunia kerja sesuai bidangnya.

Maka dari itulah, mereka harus dijembatani antara prakerin dan sekolah. Karena jangan sampai  niatnya untuk meningkatkan kemampuan siswa untuk bekerja, tetapi dia tidak mendapatan pembelajaran sesuai teknik dengan yang diharapkan.

“Kalau di bidang perhotelan supaya siswa benar-benar mendapatkan ilmu sesui bidang perhotelan. Kalua di bidang perkantoran perbankan seperti di bank misalnya.  Jadi inilah yang menjadi tugas dewan pendidikan untuk memediasi hal ini. Karena kita di dewan pendidikan yang wajib memediasi itu,” jelas Gede Raka. (eka prananda/balipost)

 

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.