Suasana persiapan pesta pernikahan di Bali. (BP/ist)
MANGUPURA, BALIPOST.com – Konsulat Jenderal Indonesia untuk India, Saut Siringoringo, Senin (21/8) mengunjungi Dinas Pariwisata Badung. Dalam lawatanya tersebut Saut meminta kalangan pelaku industri pariwisata di Badung menawarkan paket pernikahan (wedding package) kepada wisatawan India.

“Tradisi di India, orang nikahan pasti dihadiri oleh banyak orang bisa ribuan. Ini potensi yang dapat digarap dengan menawarkan paket pernikahan,” ujarnya.

Terlebih kata Saut, Bali dan India memiliki kemiriban budaya, sehingga sangat cocok menawarakan paket pernikahan untuk mendongkrak tingkat kunjungan. “Hampir 70 persen turis yang berkunjung ke Indonesia berkunjung ke Bali. Kenapa Bali, karena Bali ada kesamaan atau emoional yakni sama-sama Hindu,” jelasnya.

Menurutnya, India memiliki potensi pariwisata yang prosfektif untuk dikembangkan, namun perlu adanya paket khusus yang dapat menarik kedatangan wisatawan ke Bali, terutama Badung. “Mereka (wisatawan India, red) kalau merayakan penikahan gila-gilaan, potensi ini perlu kita wadahi,” tegasnya.

Terkait kendala mendatangkan wisatwan India ke Indonesia, Saut mengaku masih terkendala penerbangan langsung. Saat ini belum ada satupun maskapai yang menawarkan penerbangan langsung dari India.

Baca juga:  Bangli Target 1 Juta Wisatawan, Hingga Akhir Juli Realisasi Kurang dari 50 Persen

“Ini menjadi kendala kita meningkatkan jumlah kunjungan sementara belum ada penerbangan langsung. Warga India yang mau berlibur ke Bali mesti transit di Kuala Lumpur atau Singapura baru dapat melanjutkan perjalanan ke Bali,” tuturnya.

Kepala Dinas Pariwisaata Daerah (Kadiparda) Badung, Made Badra, saat menerima kunjungan Konjen Indonesia untuk India mengaku, akan menggarap pasar India semaksimal mungkin. “India jadi target pasar pariwisata Badung, kami akan mempermosikan Badung bersana-sama dengan pelaku pariwisata,” ujarnya.

Dikatakan, wisatawan India memiliki kualitas yang menjanjikan. Tidak hanya, lama tinggal, daya beli mereka juga mengalahkan wisatawan Cina. “Turis India menginapnya di hotel bintang lima dan empat. Lama tinggal mereka juga cukup lama hingga seminggu,” katanya.

Karena itu, birokrat asal Kuta ini berharap pelaku pariwisata memanfaatkan potensi tersebut dengan menciptakan paket-paket yang mampu menarik minat untuk berkunjung. Seperti, paket pernikahan dan paket wisata spiritual. (Parwata/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.