Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Komaruddin Simanjuntak (kanan) bersama Rektor Undiksha, Nyoman Jampel membuka OKK Undiksha, Senin (14/8). (BP/mud)
SINGARAJA, BALIPOST.com – Sebanyak 2.800 mahasiswa baru Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) Singaraja mengikuti Orientasi Kehidupan Kampus (OKK) mulai 14 – 18 Agustus 2017 ini. OKK yang diikuti oleh mahasiswa baru dari tujuh fakultas tersebut dibuka oleh Rektor Undiksha Dr. I Nyoman Jampel, M.Pd. di lapangan Kampus Tengah Undiksha Senin (14/8).

Rektor Undiksha, Nyoman Jampel dalam sambutannya mengucapkan selamat datang kepada seluruh mahasiswa baru di Undiksha yang merupakan satu-satunya lembaga pendidikan dan tenaga kependidikan (LPTK) negeri yang ada di Pulau Dewata. Undiksha sendiri sebelumnya beberapa kali mengalami perubahan status, mulai dari Fakultas Keguruan dan llmu Pendidikan (FKIP) sampai saat ini menjadi universitas negeri di Bali Utara.

Khusus terkait OKK, Jampel berpesan para mahasiswa nanti dapat meningkatkan daya saing dalam hal bahasa terlebih kampus seribu jendela tersebut merancang program unggulan guna siap bersaing dalam kancang nasional maupun internasional. Selain itu, di tengah pergeseran paradigma OKK saat ini, pihaknya menjamin kegiatan OKK bebas dari kegiatan intimidasi atau kegiatan kekerasan lainnya.

Baca juga:  Genjot APK di Perguruan Tinggi, UT Gencarkan Pembelajaran Daring

Dia menjamin kegiatan selama OKK untuk percepatan adaptasi anda terhadap lingkungan dan kegiatan-kegiatan kampus. “Saya juga berharap kegiatan ini dapat digunakan sebagai wahana promosi universitas kita kepada masyarakat yang ada di sekitar, melalui kegiatan-kegiatan bakti sosial, Pengabdian kepada Masyarakat (PkM), maupun kegiatan-kegiatan lainnya yang bermanfaat bagi masyarakat,” terangnya.

Hari pertama pembukaan OKK Undiksha diisi dengan kuliah umum oleh Pangdam IX Udayana Mayor Jenderal TNI Komaruddin Simanjuntak. Pangdam menyosialisasikan keberadaan wawasan kebangsaan.

Dikatakan, para mahasiswa harus menjunjung tinggi nilai-nilai kebangsaan dan falsafah bangsa. Mahasiswa harus menjadi generasi terdidik tetap berjiwa kebangsaan dan patriotik. Sikap ini penting di tengah situasi bangsa yang dihadapkan pada ancaman radikalisme. “Pancasila merupakan harga mati dan tidak perlu di bahas-bahas lagi, maupun didiskusikan,” tegasnya. (Mudiarta/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.