Sidak
Penduduk pendatang yang terjaring saat sidak,didata di kantor lurah Jimbaran, Kamis (10/8). (BP/edi)
MANGUPURA, BALIPOST.com – Bersama dengan komponen lain, Desa Adat Jimbaran bersama Kelurahan serta kaling, Kamis (9/8) menggelar sidak terpadu besar-besaran. Kegiatan seperti ini, sebenarnya merupakan kegiatan rutin dilaksanakan di wilayah Jimbaran.

Untuk sidak kali ini, daerah yang disasar meliputi kawasan Perum Taman Baruna, Kawasan persimpangan menuju kampus Unud Jimbaran, Jalan Kampus Unud dan Kawasan sekitar Hotel Ayana. Adapun total yang terjaring sebanyak 237 pendatang dimana dua diantaranya tidak memiliki identitas sama sekali. “Ini semacam terapi kejut agar mereka melengkapi surat-surat yang diperlukan sebagai penduduk pendatang,” kata Lurah Jimbaran, Ketut Rimbawan ditemui di sela-sela sidak.

Meski merupakan kegiatan rutin, Rimbawan mengakui bahwa sidak tersebut juga ada kaitannya dengan terjadinya penganiayaan serta perampasan senjata anggota Brimob, di Hotel Ayana Jimbaran. “Sidak seperti ini memang sudah rutin kami gelar sebelumnya. Selain untuk mendata penduduk pendatang, kegiatan untuk kali ini ada tujuannya ya berkaitan dengan keamanan dan kenyamanan wilayah,” paparnya.

Diungkapkannya, pendataan rutin untuk penduduk pendatang sebenarnya sudah dilakukan di masing-masing lingkungan oleh Kepala lingkungan masing-masing. Namun dia mengatakan, tetap dilakukan sidak terpadu untuk mengantisipasi kalau ada lingkungan yang belum melakukan pendataan. Diakuinya sidak kali ini dirasa belumnya cukup. Karena baru menyentuh bedeng dan rumah kos. Kedepan, pihaknya merancang akan menyasar rumah-rumah kontrakan dan vila yang ada di Jimbaran. “Untuk memperlancar proses saat sidak, kami juga akan melibatkan petugas imigrasi dan Kepolisian,” ujarnya.

Baca juga:  Proyek Underpass Bundaran Patung I Gusti Ngurah Rai, Ini Rute Pengalihan Arusnya

Wakil Bendesa Adat Jimbaran Bidang Pawongan, Wayan Sutama Asmara juga menyampaikan hal yang sama. Untuk menjaga keamanan dan ketertiban, termasuk salah satunya mengantisipasi tinggalnya pelaku kriminalitas wilayah Jimbaran, kegiatan seperti ini perlu rutin dilaksanakan. Untuk sementara dari sidak kemarin sama sekali tidak ditemukan adanya warga yang membawa senjata tajam maupun senapan.

Tapi, hampir semuanya yang terjaring, hanya terkait masalah penduduk musiman yang tidak tertib melaporkan sevara administrasi. “Lokasi yang paling banyak diketemukan yaitu di kawasan dekat Ayana dengan profesi sebagai buruh bangunan,” ucapnya. (yudi kurnaedi/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.