LSM
Aksi menolak rekomendasi Bupati Anas maju pilgub Jatim digelar lintas LSM Banyuwangi, Kamis (3/8). (BP/udi)
BANYUWANGI, BALIPOST.com – Keinginan Bupati Banyuwangi, Jawa Timur (Jatim) Abdullah Azwar Anas maju pilgub Jatim, mulai mendapat perlawanan. Aliansi lintas LSM Banyuwangi menolak Bupati Anas mencalonkan diri dalam bursa calon Gubernur (cagub) atau calon Wagub (cawagub). Salah satu alasannya, Anas masih memiliki banyak pekerjaan rumah (PR) di Banyuwangi. Seperti kasus penjualan kapal LCT Sritanjung milik Pemkab dan sengketa lahan petani di Desa Tamansari, Kecamatan Licin. Penolakan lintas LSM ini diluapkan dengan menggelar aksi di depan kantor Fraksi PDIP dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) DPRD Banyuwangi, Kamis (3/8).

Selama aksi, mereka menggunakan kaos “Save Anas”. Dan, sebuah spanduk besar dibentangkan. Isinya, tolak rekomendasi PDIP dan PKB untuk Bupati Anas. ” Kinerja Anas itu bagus. Jangan buru-buru naik ke Pilgub. Tapi melanjutkan program kerjanya di Banyuwangi. Lalu, menyelesaikan kasus yang ada, seperti kapal LCT Sritanjung,” kata Sulaiman Sabang dari LSM Gerakan Anti Korupsi (Gertak).

Pria ini menegaskan kasus penjualan kapal LCT Sritanjung sudah dilaporkan ke KPK. Kini, masih menunggu respon. Dengan berbagai fakta ini, kata Sulaiman, pihaknya meminta PDIP dan PKB tak memberikan rekomendasi ke Anas untuk maju pilgub. Sebab, kehadiran Anas masih dibutuhkan bagi kemajuan Banyuwangi. Hal serupa diungkapkan Yoyok, dari Serikat Tani Tamansari, Kecamatan Licin.

Menurutnya, Anas masih banyak PR di Banyuwangi yang harus diselesaikan. Seperti, sengketa lahan seluas 1500 hektar antara warga dengan perusahaan swasta. “Seharusnya, 300 hektar lahan bisa dikelola masyarakat. Nyatanya, dikuasai swasta dengan sistem hak guna usaha (HGU),” kritiknya.

Baca juga:  Korban Penipuan CPNS Lapor Wabup

Akibat kasus ini, kata Yoyok, petani justru hengkang dari tanah sendiri. Karena itu, pihaknya tak sepakat jika Anas maju pilgub, sebelum PR di Banyuwangi diselesaikan.

Sementara itu, Eko Sukartono dari LSM Rejowangi berpandangan beda. Pihaknya tak sepakat Anas maju pilgub lantaran Banyuwangi masih membutuhkan pemikirannya. Pihaknya khawatir, pembangunan di Banyuwangi akan terhenti jika Anas tak memimpin lagi. ” Sebaiknya diselesaikan dulu tugasnya di Banyuwangi. Syukur jika nanti bisa langsung jadi Menteri,” ujar mantan Wakil Ketua DPRD Banyuwangi ini.

Apalagi, kata dia, berkat Anas, perkembangan pariwisata Banyuwangi berkembang pesat. Bahkan, satu digit di bawah Bali. Sehingga, sumbangsih Anas di Banyuwangi masih sangat dibutuhkan.

Aspirasi ini kata Eko akan diteruskan ke DPC PDIP dan PKB Banyuwangi hingga ke tingkat DPP. “Sampai detik ini rekomendasi belum turun. Karena itu, kita dorong PDIP dan PKB, jangan memberikan rekomendasi,” tegasnya.

Seperti diberitakan, Bupati Anas serius maju pilgub Jatim, tahun 2018. Anas mendaftar lewat PDIP. Namun, hingga detik ini, Anas belum membuka suara terkait posisinya di bursa Pilgub. Menjadi cagub atau cawagub. Beberapa kali ditanya wartawan, Anas berkelit menyerahkan sepenuhnya ke mekanisme partai. Meski begitu, Anas mulai terlihat road show ke sejumlah kabupaten di Jatim. (budi wiriyanto/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.