Golkar
Terlihat suasana pendaftaran Cok Ibah di sekretariat kantor KGB Giayar, Jumat (28/7).(BP/nik)
GIANYAR, BALIPOST.com – Partai Golkar Gianyar membawa tokoh Puri Ubud, Tjokorda Raka Kerthyasa (Cok Ibah), untuk mendaftar penjaringan calon Bupati Gianyar ke sekretariat KGB (Koalisi Gianyar Bangkit) yang beralamat di Jalan Keba Iwa, Jumat (28/7).

Ratusan krama terdiri dari berbagai elemen mengantar penglingsir Puri Ubud dari kantor DPD Golkar Gianyar di Jalan Anusapati, Gianyar, menuju Sekretariat KGB, Selasa siang, sekitar pukul 10.30 wita.

Ditemui usai penyerahan formulir pendaftaran, Cok Ibah menyatakan komitmennya maju pilkada 2018 dengan maju menggunakan kendaraan KGB, koalisi partai Golkar, Demokrat, Gerindra dan PKPI. “Sesuai mekanisme kita mengikuti proses penyerahan pendaftaran, jadi ada beberapa hal yang nanti menentukan sepanjang mekanisme ini, untuk menentukan antara calon bupati dan wakilnya,“ ucapnya.

Disinggung pendaftaran di KGB dari partai Golkar atau pribadi. Cok Ibah menerangkan saat ini Partai Golkar menjalin koalisi dengan KGB. “Karena kita koalisi, sudah jelas saya menjadi milik KGB dan itulah tadi juga kita pertegas. Kalau golkar mendaftarkan figur lain, sepertinya belum ada, sehingga sementara yang pasti hanya saya,“ ucapnya.

Terkait pendamping yang menemaninya maju di Pilkada nanti, anggota DPRD Provinsi Bali ini mengaku menyerahkan semuanya pada KGB, untuk mendata figur yang paling tepat. “Siapa yang nanti terpilih kita akan adakan kordinasi komunikasi agar sesuai visi misi kita, pasangan itu kan harus sepaham,“ katanya.

Cok Ibah pun menepis bila calon wakilnya nanti harus dari birokrasi atau politisi. “Yang penting pemikiran sama, kalau sudah menjabat masing masing punya tupoksi sendiri. Semua diserahkan ke KGB, “ tegasnya.

Sedangkan soal keputusan keluarga Puri Ubud, Cokorda Ngurah Suyadnya atau akrab disapa Cok Wah menyatakan Cok Ibah sudah mendapat dukungan keluarga besar Puri Ubud untuk maju Pilkada 2018. Menurutnya hal ini dibuktikan dari perwakilan puri yang hadir. “Puri ubud itu satu, itu komitmen kita,“ ucapnya.

Namun, terkait belum adanya kesepakatan seluruh keluarga besar Puri Ubud yang mendeklarasikan Cok Ibah maju Pilkada 2018. Cok Wah menerangkan tidak ada maksud mendahului kesepakatan seluruh penglingsir di Puri Ubud. Ia pun beralasan karena adanya kesibukan sehingga belum bisa menyelenggarakan paruman membahas Cok Ibah maju Pilkada.

Baca juga:  Pendaftaran Bakal Calon Kepala Daerah di PDIP Berakhir, Ini Hasilnya

“Tetapi ketika kita hadir di sini, didampingi seluruh keluarga besar kami, itu sudah menyatakan Puri Ubud satu untuk maju ke pilkada 2018. Kalau pun ada yang tidak datang berarti tidak ada di Bali, karena ada yang di Belgia dan tempat lainnya,“ jelasnya.

Secara terpisah Ketua DPD Golkar Gianyar, Made Dauh Wijana menerangkan berdasarkan hasil komunikasi dengan partai koalisi, semua sepakat mengusung Cok Ibah. “Kita sepakat mengusung Cok Ibah, dan aspirasai internal partai juga menginginkan harus kader partai, kami juga sudah ada titik temu di antara koalisi dan itu adalah cok ibah sebagai calon bupati gianyar, “ jelasnya.

Terkait rekomendasi Golkar yang belum turun, Dauh mengaku sampai saat ini masih berkordinasi dengan induk partai untuk merekomendasikan mertua dari artis Happy Salma itu. “Saya sudah sampaikan ke induk partai, calon bupati yang paling berpeluang untuk posisi itu adalah Cok Ibah,“ ucapnya.

Dauh pun menegaskan tidak akan ada benturan antara rekomendasi dengan jalannya proses di KGB. “Apa yang di KGB sudah dilaksanakan, ini tidak akan ada benturan, kecuali memang partai lain di luar koalisi,“ tandasnya.

Ketua KGB, Tjokorda Asmara Putra Sukawati menerangkan proses pendaftaran ini akan berlangsung hingga 31 Juli. Setelah tahapan ini, pihaknya akan melakukan proses mengkrucutkan calon bupati dan wakil bupati. “Dari sekian formulir yang diambil, sementara yang mendaftar kembali baru Cok Ibah, “ katanya.

Tjokorda Asmara menambahkan pihaknya dari Demokrat Gianyar sendiri sudah menyiapkan dua nama untuk didaftarakan sebagai Calon Bupati ke KGB, yakni Ketut Jata dan Pande Istri Maharani. “Kita akan godok dua nama ini, tetapi kalau saya sendiri karena dari Puri Ubud mendukung Cok Ibah sebagai Calon Bupati,“ ucapnya. (manik astajaya/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.