SINGARAJA, BALIPOST.com – Dominasi PDI Perjuangan di Kabupaten Buleleng masih terlihat pada pemilihan Calon Legislatif 2024 ini. Hanya saja, perolehan suara yang diraih oleh Partai Moncong Putih ini hanya mengalami sedikit peningkatan dibandingkan 2019.

Otomatis perolehan kursi di DPRD Buleleng pun hanya bertahan 18 kursi. Hal ini sangat berbanding terbalik dengan Golkar. Partai berlambang Pohon Beringin itu mampu mendudukan 11 wakilnya di DPRD Buleleng dari 9 target yang direncanakan.

Ketua DPD II Golkar Buleleng, Ida Gede Komang Kresna Budi dikonfirmasi pada Rabu (21/2) menjelaskan raihan suara Partai Golkar untuk DPRD Kabupaten Buleleng meningkat dibandingkan 2019 lalu. Hanya saja, Kresna Budi enggan mengungkapkan angka pasti perolehan partainya. “Ini masih kita lakukan penghitungan juga, untuk angka nantilah kita sampaikan,” katanya saat dikonfirmasi via telepon.

Bahkan, saat ini target Partai Golkar sudah terlampaui. Golkar sendiri memasang target di Pileg 2024 dengan raihan 9 kursi. Namun faktanya, dari hasil hitung cepat, golkar mampu menempatkan 11 calon legislatifnya.

Baca juga:  Puluhan Truk Dilibatkan Distribusi Logistik Pemilu di Jembrana

Dari pemetaan sementara 11 nama yang berpotensi lolos. Sebanyak 4 diantaranya adalah calon newcomer dan 7 nama lainnya adalah calon incumbent yang sudah duduk menjadi anggota DPRD Buleleng.

Di dapil 1 Kecamatan Buleleng berpotensi Nyoman Dhukajaya (newcomer) dan Nyoman Gede Wandira Adi (incumbent), dapil 2 Kecamatan Sawan berpotensi Gede Suparmen (incumbent), dapil 3 Kecamatan Kubutambahan I Ketut Parta (incumbent), dapil 4 Kecamatan Tejakula Ketut Dody Tisna Adi (incumbent), dapil 5 Kecamatan Gerokgak Putu Suastika (incumbent), dapil 6 Kecamatan Seririt Made Suarsana (newcomer), dapil 7 Kecamatan Busungbiu I Ketut Hermawan (new commer), dapil 8 Kecamatan Banjar berpotensi Putu Gede (incumbent) dan Ni Wayan Parlina Dewi (newcomer) dan dapil 9 Kecamatan Sukasada I Ketut Susila Umbara (incumbent)

Baca juga:  Para Ketua DPD PDIP Tetap Tegak Lurus Penugasan Partai

Sementara itu, Bendahara PDI Perjuangan Kabupaten Buleleng, Ketut Ngurah Arya mengatakan, suara PDI Perjuangan pada 2024 ini mengalami kenaikan. Hanya saja kenaikan itu tidak dibarengi dengan penambahan jumlah kursi.

Menurutnya, dari hasil hitung cepat yang dilakukan oleh saksi-saksi dan formulir C hasil, PDI Perjuangan hanya mampu bertahan di 18 kursi. Hal ini pun sangat jauh melencang dari target yang ditetapkan. “Kita di Kecamatan Buleleng kehilangan 1 kursi. Hal yang sama juga terjadi di Kecamatan Sukasada dan Kecamatan Banjar,” terang Arya.

Menurutnya, dari 18 calon legislatif yang berpotensi lolos, beberapa merupakan newcomer. Dapil Tejakula, ada Incumbent Gede Supriatna dan New Comer Dewa Komang Yudi, Dapil Kubutambahan, Incumbent Wayan Masdana, Dapil Sawan ada, dua Newcomer Dewa Sukardina dan Nyoman Bujana, Kecamatan Buleleng, ada tiga incumbent yakni Kadek Turkini, Wayan Some Adnyana, dan Gusti komang Swastika, Kecamatan Sukasada dua incumbent yakni, Wayan Indrawan dan Putu Mangku Budiasa, Kecamatan Banjar diraih oleh incumbent Ketut Widana, Kecamatan Seririt diraih oleh Gede Oddy Busana dan newcomer Anak Agung Widya Putra, Kecamatan Busungbiu diraih oleh Nyoman Sukarmen dan newcomer Wayan Some Suarsa, sedangkan untuk Kecamatan Gerokgak diraih oleh Ketut Ngurah Arya, Wayan Parwa, dan satu newcomer Wayan Mudita.

Baca juga:  Sabam Gantikan AM Fatwa

Sedangkan untuk Partai Nasdem sendiri sudah meyakni menempatkan 6 calon legislatinya di DPRD Kabupaten Buleleng. Meski begitu, Ketua DPC Partai Nasdem Buleleng I Made Suparjo belum bisa memberikan nama-nama yang berpotensi lolos ke DPRD Buleleng. “Yang jelas kita sudah kunci 6 kursi di Dapil Tejakula, Dapil Kubutambaha,Dapil Sawan, Dapil Kota Singaraja, Dapil Sukasada dan Dapil Seririt,” singkatnya. (Nyoman Yudha/balipost)

Simak selengkapnya di video

BAGIKAN