Musyawarah ranting zona timur dilaksanakan di Gedung Serbaguna Besi Mejajar, Desa/Kecamatan Kubutambahan, Sabtu (24/1). (BP/yud)

SINGARAJA, BALIPOST.com – DPC PDI Perjuangan (PDIP) Kabupaten Buleleng mulai mematangkan struktur kepengurusan ranting dan anak ranting melalui pelaksanaan musyawarah ranting.

Kegiatan yang dilaksanakan di tiga zona ini diikuti ribuan kader dan simpatisan dari seluruh wilayah Buleleng, Sabtu (24/1).

Zona timur meliputi Kecamatan Tejakula, Kubutambahan, dan Sawan dilaksanakan di Gedung Serbaguna Besi Mejajar, Desa/Kecamatan Kubutambahan. Zona tengah mencakup Kecamatan Buleleng (kota), Sukasada, dan Banjar dilaksanakan di Gedung Imaco Eks Pelabuhan Buleleng.

Sementara zona barat meliputi Kecamatan Seririt, Busungbiu, dan Gerokgak dilaksanakan di Wantilan Desa Banjarasem, Kecamatan Seririt.

Ketua DPC PDIP Buleleng, Gede Supriatna, menjelaskan sebanyak 3.021 kader PDIP ambil bagian dalam musyawarah ranting tersebut. Melalui agenda ini, PDIP Buleleng menargetkan seluruh struktur kepengurusan ranting dapat terbentuk secara lengkap dan solid.

Baca juga:  Indonesia Ambil Alih Navigasi Penerbangan di Riau dan Natuna

Ia menegaskan, tahapan konsolidasi partai tidak berhenti di tingkat ranting. Setelah musyawarah ranting rampung, PDIP Buleleng akan melanjutkan agenda ke musyawarah anak ranting di tingkat dusun atau banjar, sembari menunggu arahan dan jadwal resmi dari DPD PDIP Bali.

“Pembentukan struktur pengurus ranting merupakan bagian penting dari konsolidasi organisasi. Ini untuk memperkuat basis partai hingga ke tingkat paling bawah,” ujar Supriatna.

Baca juga:  3 Landasan Jadi Pijakan Kepemimpinan Bupati Badung

Dalam penyusunan kepengurusan ranting, PDIP Buleleng juga menekankan prinsip keterwakilan. Struktur pengurus ranting yang berjumlah sembilan orang diwajibkan mengakomodasi keterwakilan perempuan minimal 30 persen, sekaligus memberi ruang bagi kader muda tanpa meninggalkan peran kader senior.

“Kami mengakomodir kader yang berpengalaman, perempuan, dan anak-anak muda. Dari sembilan pengurus ranting, minimal tiga orang adalah perempuan,” jelas Supriatna.

Sementara itu, Wakil Ketua Bidang Perekonomian DPD PDIP Bali, Gede Kusuma Putra, menegaskan bahwa tidak ada penekanan khusus dari DPD PDIP Bali terhadap Kabupaten Buleleng dalam pelaksanaan musyawarah ranting ini. Menurutnya, kegiatan tersebut dilaksanakan serentak di seluruh Bali sebagai bagian dari konsolidasi organisasi partai.

Baca juga:  Spanduk “Biar Lacur Nak Bani Milu Poprov” di Sekitar Rumdis Bupati

“Tidak ada penekanan khusus. Musyawarah ranting ini dilaksanakan serentak di seluruh Bali. Bali memang diberikan kekhususan untuk konsolidasi secara serentak, berbeda dengan daerah lain yang pelaksanaannya bisa terpisah-pisah,” ujarnya.

Ia menambahkan, PDIP Bali telah melaksanakan tahapan konsolidasi organisasi secara berjenjang dan serentak, mulai dari konferensi daerah (konferda), konferensi cabang (konfercab), musyawarah anak cabang (musancab), hingga kini musyawarah ranting.

“Ini merupakan bagian dari upaya memantapkan organisasi dan sumber daya manusia partai untuk menyongsong Pemilu 2029,” pungkas Kusuma Putra. (Nyoman Yudha/balipost)

BAGIKAN