labfor
Polisi bersama aparat desa dan pengelola air bersi di Desa Tinga Tinga, Kecamatan Gerokgak membuka garis polisi yang sebelumnya dipasang pada bak penampungan air bersih di desa setempat Minggu (16/7). (BP/ist)
SINGARAJA, BALIPOST.com – Pengujian sampel air bersih di Desa Tinga Tinga, Kecamatan Gerokgak secara resmi belum disampaikan oleh Laboratorium Forensik (Labfor) Cabang Denpasar. Akan tetapi, kepolisian di Buleleng telah menerima informasi liasan yang menyebut, bahwa sampel air di Buleleng barat itu tidak ditemukan kandungan zat kimia yang dapat membahayakan kesehatan tubuh manusia.

Dengan hasil itu, air yang sebelumnya diduga tercemar karena bercampur obat semprot padi jenis Diasinon dinyatakan aman dan dapat dikonsumsi kembali.

Menindaklanjuti hasil sempel air itu, Minggu (16/7), polisi bersama aparat desa, dan pengelola air bersih membuka garis polisi yang sebelumnya dipasang pada bak penampungan air bersih di Desa Tinga Tinga. Pihak desa dan pengelola air bersih kembali menguras bak penampungan air bersih di desa mereka sebelum air akan dialirkan ke rumah penduduk di Dusun Juntal dan Dusun Merta Sari.

Kapolsek Kawasan Laut Celukan Bawang AKP Ketut Wisnaya seizin Kapolres Buleleng AKBP Made Suka Wijaya mengatakan, informasi liasan yang dieproleh dari Kasubid Kimia AKBP Ngurah Wijaya Putra menyampaikan air bersih yang sebelumnya diduga tercemar aman dari kandungan zat kimia yang membahayakan kesehatan tubuh manusia.

Baca juga:  Komunitas Kalkun, Menjaga Kali Tetap Lestari dan Memuliakan Air Lewat Budaya

Hasil uji sempel air berish yang diambil Rabu (12/7) sekitar pukul 13.00 wita itu tidak ditemukan kandungan zat kimia, sehingga air bersih dinyatakan aman dikonsumsi. “Secara lisan hasil uji sempel air aman dari kandungan bahan kimia. Hasil resmi akan disampaikan oleh Labfor Cabang Denpasar Senin (17/7) hari ini. Dengan hasil ini air sudah bisa dikonsumsi yang sebelumnya hanya digunakan untuk mandi cuci dan kakus (MCK) saja,” katanya.

Sementara itu, Perbekel Tinga Tinga Wayan Suwardipa mengatakan, meski dinyatakan aman dari kandungan zat kimia, pihaknya bersama pengelola air bersih belum berani menjamin air bersih bisa di konsumsi oleh seluruh warga di desanya. (mudiarta/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.