libur
Wisatawan mengabadikan areal pura di kawasan DTW Ulun Danu Beratan. (BP/dok)
TABANAN, BALIPOST.com – DTW Ulun Danu Beratan selama libur Lebaran ini mengalami lonjakan pengunjung yang signifikan. Jumlahnya mencapai rata-rata 3.500 orang per hari atau meningkat 100 persen dari hari biasa.

Manajer DTW Ulun Danu Beratan, Wayan Mustika, Kamis (29/6), mengatakan sejak libur Lebaran tingkat kunjungan wisatawan asing maupun domestik ke Ulun Danu Beratan mengalami lonjakan signifikan. Karenanya terjadi antrean kendaraan wisatawan yang akan masuk ke areal parkir.

Mengatasi kemacetan akibat parkir yang membludak karena kunjungan yang meningkat secara signifikan selama libur Lebaran, DTW Ulun Danu Beratan melakukan perubahan pola pembayaran tiket. Pola yang digunakan tersebut adalah dengan melakukan pungutan ketika pengunjung hendak meninggalkan lokasi.

Mustika memaparkan biasanya, pihak pengelola melakukan pemungutan pembayaran biaya parkir kendaraan ke wisatawan di awal atau ketika pengunjung akan memasuki areal parkir. Namun sejak kunjungan meningkat secara signifikan, pola ini diubah dengan melakukan pungutan ketika wisatawan akan meninggalkan kawasan DTW.

Baca juga:  Jaring Wisman Asteng, Kemenpar Gelar ITTT di Kamboja, Laos, dan Myanmar

“Pola pembayaran parkir di awal tersebut membuat antrean panjang kendaraan yang akan masuk ke kawasan, karena proses pembayaran yang memerlukan waktu. Apalagi jika pengunjung yang datang tidak membayar dengan uang pas, sehingga harus menunggu lagi proses pengembalian uang Karena itu, untuk sementara proses tersebut kami ubah selama libur Lebaran ini,” ujarnya.

Dalam mengantisipasi membludaknya jumlah kunjungan wisatawan terutama di libur-libur nasional dan keagamaan, pihak DTW Ulun Danu Beratan berencana melakukan penambahan ruas parkir dengan mambuat basement. Rencananya, hal tersebut akan mulai dikerjakan pada 2019.

Menurut Mustika, luasan lahan parkir yang dikelola DTW Ulun Danu Beratan mencapai 1,5 hektare. Jumlah tersebut hanya mampu menampung sekitar 2.000 an kendaraan. Kapasitas ini dianggap kurang, terutama saat libur panjang. (Wira Sanjiwani/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.