WNA
Kapolresta Denpasar Kombes Pol. Hadi Purnomo. (BP/dok)
DENPASAR, BALIPOST.com – Terlacaknya tempat persembunyian tahanan Kejari Denpasar yangg melarikan diri, Jose William Salazar Ortiz berkat kerja keras tim Jatanras Polresta Denpasar dibantu anggota Densus 88 dan Polda Riau. Rencananya Jose kabur ke Malaysia dibantu nelayan di Batam dan pelariannya itu diatur temannya asal Kolombia dikenal di Facebook saat mendekam di LP Kerobokan.

Kapolresta Denpasar Kombes Pol. Hadi Purnomo, didampingi Kasat Reskrim Kompol Aris Purwanto, Jumat (26/5), tim Jatanras Polresta Denpasar dan Kejari Denpasar dipimpin Kanit I Reskrim AKP Sulhadi berangkat ke Jakarta, Jumat (19/5) lalu.

Setibanya di Jakarta, petugas melakukan penyelidikan di wilayah Jakarta Timur, tepatnya di Terminal Kampung Rambutan. Pasalnya dari infomasi diperoleh petugas, Jose berada di daerah Bungur Cipayung, Jakarta Timur dan Ceger, Jakarta Timur.  Ternyata Jose sudah berada di Pekanbaru, Riau. Selanjutnya tim Jatantras bergabung dengan anggota Densus 88 melakukan pengejaran ke Riau.

Setibanya di sana, tim melakukan penyisiran di hotel-hotel dan home stay serta mall Pekanbaru di Jalan Sudirman, tapi hasilnya nihil. Selanjutnya tim tersebut dibantu anggota Polda Riau dan Polresta Pekanbaru melakukan surveilance di seputaran wilayah tersebut. Akhirnya pada Rabu (24/5) sekitar pukul 12.30 Wita DPO asal Peru itu berhasil ditangkap di lobby Hotel Darma Utama di Jalan Sisingamangaraja, Pekanbaru dan langsung dibawa ke Subdit Jatanras Polda Riau.

Saat diinterogasi, Jose mengaku pada Maret lalu dikirimi uang lewat Western Union dari keluarganya, William Salazar Bargas sebesar Rp 2 juta. Selanjutnya uang tersebut diserahkan oleh  saudaranya, Mario yang mendekam di Blok A Lapas Kerobokan.

Sehari sebelum sidang, Senin (15/5) lalu, Jose merencanakan untuk melarikan diri dan melakukan persiapan diantaranya membawa baju doble dan uang Rp 1 juta disembunyikan di kantong celana jeans hitam. Selanjutnya pada Selasa (16/5) pukul 14.00 Wita, saat menunggu sidang di mulai, Jose menjebol terali ruang isolasi Pengadilan Negeri Denpasar menggunakan obeng yang dibawa dari Lapas Kerobokan.

Baca juga:  Pelajar Terseret Arus Saat Berenang, Pencarian Masih Berlangsung

Setelah terali ventilasi kamar mandi berhasil dibuka, Jose langsung lari ke Jalan Diponogoro, lalu numpang taksi menuju Terminal Ubung, Denpasar. Sesampainya di Terminal Ubung, Jose naik bus jurusan Jakarta dengan ongkos Rp 350 ribu. Setibanya di Jakarta, 18 Mei lalu, ia langsung masuk ke warnet dan mencetak copy paspor berwarna atas nama Mauricio Vargas Villanueva, Kebangsaan Republik De Chile No PP : O 30004 yang berlaku hingga 10 Agustus 2018. Setelah itu dia naik bus menuju Pekanbaru. “Di Pekanbaru dia kehabisan uang. Jose lalu menghubungi saudaranya lagi bernama William Salazar Bargas minta dikirimi uang dan selama kehabisan uang Jose tidur di emperan toko,” ujarnya.

Pada 23 Mei pukul 10.00 Wita, Jose diberitahu oleh William Bargas bahwa uang sudah dikirim lewat Western Union Pos sebesar Rp 500.000 dan penerima atas nama palsu Mauricio Vargas sesuai copy paspor yang dibawa Jose. Uang tersebut lalu diambil di kantor pos di Jalan Sudirman, Pekanbaru. Selanjutnya ia chek in di Hotel Dharma Utama.

Rencananya  Jose melarikan diri ke Malaysia dibantu rekannya, Dragon asal Kolombia. Dia kenal dengan Dragon lewat Facebook saat masih di LP kKerobokan. Selain itu Jose diberi nomor telepon nelayan di Batam yang akan membantunya nyeberang ke Malaysia lewat laut. “Kasus ini masih kami dalami. Saat ini masih dilakukan pemeriksaan di Polresta,” tegas Hadi.(kerta Negara/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.