DENPASAR, BALIPOST.com – Maskapai nasional Garuda Indonesia meresmikan penerbangan langsung Denpasar-Chengdu pada Senin (23/5). Peresmian penerbangan perdana itu sebagai bagian dari pengembangan jaringan yang dilaksanakan perusahaan dalam memperluas jaringan penerbangan pada sektor regional Tiongkok.

Penerbangan Denpasar  Chengdu tersebut akan dilayani 4 (empat) kali dalam setiap minggunya, yaitu pada Senin, Rabu, Jumat dan Sabtu yang akan dilayani oleh pesawat Airbus A330-300. Jadwal keberangkatan dari Denpasar pada hari Senin akan dilayani pada pukul 19.55 WITA, dan akan tiba di Chengdu pada pukul 02.25 LT (local time).

Kemudian jadwal keberangkatan dari Denpasar pada hari Rabu, Jumat, dan Sabtu akan dilayani pada pukul 20.00 WITA dan akan tiba di Chengdu pada pukul 02.25 LT.

Sementara penerbangan Chengdu  Denpasar juga akan dilayani 4 (empat) kali dalam setiap minggunya, yaitu pada hari Selasa, Kamis, Sabtu, dan Minggu. Jadwal keberangkatan dari Chengdu akan dilayani pada pukul 04.10 LT dan akan tiba di Denpasar pada pukul 09.55 WITA.

Kedua rute tersebut akan dilayani dengan menggunakan pesawat Airbus A330-300 yang berkapasitas 24 penumpang kelas bisnis dan 263 penumpang kelas ekonomi.

Direktur Komersial dan IT Garuda Indonesia, Nina Sulistyowati mengatakan, pembukaan rute baru Denpasar-Chengdu sudah cukup lama direncanakan. Sebab, potensi market Tiongkok yang luar biasa. “Cina dengan traffic 100 juta per tahun merupakan market yang sangat menjanjikan. Kita selama ini sudah punya 3 penerbangan rutin ke Cina yaitu ke Beijing, Shanghai, dan Guangzou. Chengdu ini merupakan rute regular kita yang keempat ke Cina,” ujarnya.

Baca juga:  Libur Lebaran, Ribuan Orang Kunjungi Pantai Pandawa

Kunjungan turis Cina ke Indonesia kurang lebih 2 juta, dan 50 persennya pergi ke Bali. Maka dari itu pihaknya memilih Denpasar sebagai pembukaan rute baru tersebut. Apalagi kunjungan Cina ke Bali dari Januari hingga April 2017 menduduki peringkat pertama. Padahal sebelumnya Australia menduduki peringkat pertama.

Penerbangan Garuda Indonesia dari Tiongkok menuju Denpasar juga akan menjadi hub untuk rute-rute domestik lainnya. Diantaranya Yogyakarta, Ujung Pandang (Makassar), Manado, Labuan Bajo, dan berbagai destinasi wisata domestik lainnya yang saat ini terus dikembangkan oleh pemerintah.

Pertumbuhan penumpang Garuda pada 2016 telah mencapai 66 persen. Tahun 2017 hingga April juga telah mengalami pertumbuhan penumpang menjadi 75 persen. “Ini kenapa kita ambil Chengdu, karena Chengdu ini kita sudah ambil dengan carter dan terus menunjukkan kenaikan. Kita lihat penerbangannya positif baik itu load factor-nya, baik kesiapan untuk seat avaibility-nya,” ungkapnya.

Direktur Cargo Garuda Indonesia, Sigit Muhartono mengatakan, selain potensi passenger, pembukaan rute baru itu juga didasari atas adanya potensi pergerakan barang.

Memasuki dunia e-commerce yang cirinya adalah kecepatan, maka transportasi udara menjadi poin penting. Barang-barang dari Cina banyak yang merupakan produk e-commerce.

Hal itulah menjadi peluang bagi Garuda untuk mengembangkan rute tersebut. Dengan maskapai Garuda berjenis Airbus A330-300 bisa mengangkut barang hingga 16 ton.

Terbukti dari Cargo Load Factor (CLF) transaksi dari Cina telah mencapai hampir 70 persen. Dari sisi volume per bulannya telah mencapi 3 juta USD. “Ini pencapaian yang sungguh luar biasa dari apa yang kita targetkan,” ungkapnya. (Citta Maya/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.