
SURABAYA, BALIPOST.com – Cuaca buruk berupa angin puting beliung terjadi pada Kamis (8/1) sekitar pukul 14.10 WIB di Surabaya, Jawa Timur. Hal ini mengakibatkan terganggunya operasional penerbangan, berupa holding kedatangan dan keberangkatan, serta pengalihan (divert) sejumlah pesawat ke bandar udara alternatif.
Dikutip dari Kantor Berita Antara, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyatakan sejumlah penerbangan dari dan menuju Surabaya tercatat mengalami holding, antara lain penerbangan Lion Air, Garuda Indonesia dan Sriwijaya Air.
“Seluruh pemangku kepentingan bergerak cepat melakukan pengamanan, pemeriksaan dan pemulihan untuk memastikan keselamatan serta kelancaran operasional penerbangan,” kata Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub Lukman F. Laisa dalam keterangan di Jakarta, Jumat (9/1).
Selain itu, beberapa penerbangan dari Balikpapan, Makassar dan Jakarta dialihkan ke Bandara Ahmad Yani di Semarang Jawa Tengah akibat kondisi cuaca yang tidak memungkinkan untuk pendaratan di Bandara Juanda. Tidak terdapat laporan kerusakan pesawat dari seluruh maskapai yang terdampak.
Pada sisi udara, angin kencang menyebabkan beberapa peralatan ground support equipment, khususnya tangga penumpang di area apron, mengalami pergeseran dan roboh. Seluruh kejadian telah ditangani dan tidak berdampak pada pesawat.
Hasil pemeriksaan memastikan landasan pacu (runway) dan apron bersih dari foreign object debris (FOD), fasilitas navigasi penerbangan dilaporkan tidak ada yang rusak dan beroperasi normal serta perimeter bandara tetap terjaga.
Di area Terminal 1, terdapat pohon tumbang dan rambu yang roboh di akses jalan masuk sisi utara sehingga arus kendaraan sempat dialihkan dan kini telah kembali normal.
Beberapa kendaraan dilaporkan tertimpa pohon di area parkir, namun kondisi di dalam gedung terminal tetap kondusif.
Proses pemulihan dilakukan dengan dukungan Lanudal Juanda, BPBD, dan unsur internal pengelola bandara.
Sementara itu, Terminal 2 tidak mengalami dampak signifikan. Operasional terminal dan arus lalu lintas kendaraan berjalan lancar, serta kondisi di dalam gedung tetap aman dan terkendali.
Terkait pelayanan penumpang, sejumlah penerbangan mengalami keterlambatan akibat cuaca buruk, di antaranya penerbangan Garuda Indonesia, Citilink Indonesia, Nam Air dan Xiamen Airlines.
Maskapai dan pengelola bandara telah menerapkan delay management sesuai ketentuan melalui pembaruan informasi jadwal pada Flight Information Display System (FIDS), penyampaian pengumuman kepada penumpang, serta pemberian kompensasi.
“Kami memastikan maskapai dan pengelola bandara melaksanakan penanganan keterlambatan penerbangan secara transparan dan sesuai ketentuan, termasuk penyampaian informasi yang jelas kepada penumpang,” ujar Lukman. (kmb/balipost)










