permintaan
Olahan yang saat ini dilirik pasar adalah produk minyak kelapa murni atau VCO. (BP/san)
TABANAN, BALIPOST.com – Sejak resmi dibentuk, Perusahan Daerah  Dharma Santika (PDDS) sudah membuat program jangka pendek dan jangka panjang. Salah satu program jangka pendeknya adalah membuka pasar bagi produk olahan pertanian dari Petani Tabanan. Olahan yang saat ini dilirik pasar adalah produk minyak kelapa murni atau VCO. Sayangnya dari permintaan yang mencapai 40 ton per bulan, Tabanan melalui BUMDes hanya mampu memenuhi sekitar enam ton saja.

Direktur PDDS, I Putu Sugi Darmawan, Selasa (9/5) mengatakan dalam perencanaan bisnis jangka pendek di tahun 2017 ini PDDS fokus pada pemasaran produk BUMDes Tabanan yang saat ini telah berdiri sebanyak 78 BUMDes dengan tiga kelompok produk yaitu produk olahan kelapa, produk olahan kopi dan produk olahan camilan atau panganan.

Dari tiga produk tersebut, PDDS dalam proses melakukan kerjasama penjualan hasil olahan kelapa dalam bentuk VCO. Adapun permintaan 40 ton per bulan ke Jakarta dan dua ton per bulan di Yogyakarta. “Saat ini kami sedang  bernegosiasi masalah harga untuk bisa disepakati MOU nya,” ujar Sugi.

Sayangnya meski permintaan cukup besar, namun BUMDes Tabanan belum mampu memenuhi semua permintaan tersebut dan hanya mampu memenuhi sekitar 6 ton per bulan. Sebab dari 78 BUMdes yang terbentuk hanya 8 BUMdes yang bergerak di bidang olahan kelapa.

Baca juga:  Tingkatkan Penjualan Produk Bumdes, Ini yang Dilakukan PDDS

Dari 8 BUMDes ini hanya empat yang mampu memproduksi VCO dengan standarisasi yang diharapkan yaitu BUMDes Bajera Utara, BUMDes Wanagiri, BUMDes Selemadeg dan BUMDes Lumbung Kauh. Sementara empat BUMDes lainnya yaitu BUMdes Gadung Sari, BUMDes Dalang, BUMDes Angkah dan BUMDes Lumbung akan terus dilakukan pembinaan yang intensif agar bisa memproduksi VCO sesuai dengan kualitas yang dibutuhkan pasar.

Dilanjutkan Sugi, untuk melakukan pemasaran olahan pertanian BUMDes lainnya, PDDS juga berencana bekerjasama dengan Badan Pengelola Objek Wisata yang ada di Tabanan seperti Tanah Lot dimana tingkat kunjungan wisatanya mencapai 5000 orang per hari sehingga menjadi pangsa pasar yang besar untuk produk oleh-oleh.

Kesiapan BUMDes juga menjadi salah satu fokus dalam kesuksesan program jangka pendek. Untuk itu menurut Sugi pihak PDDS  akan terus melakukan langkah intens dan selau melakukan koordinasi dan komunikasi dengan OPD terkait yang menangani BUMDes sehingga produk yang dihasilkan berkualitas, kuantitas meningkat dan tentu saja bisa dihasilkan secara kontinyu. (wira sanjiwani/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.