vaksinasi
Salah satu warga di Banjar Gerokgak Gede Desa Delod Peken Tabanan saat membawa anjing peliharaannya untuk di vaksin, Senin (8/5). (BP/san)
TABANAN, BALIPOST.com – Program vaksinasi massal dilakukan serentak di Bali mulai Senin (8/5). Untuk di Kecamatan Tabanan yang mencatat kasus gigitan positif paling banyak di Kabupaten Tabanan, vaksinasi massal pertama yang dijadwalkan di Banjar Gerokgak Gede, Desa Delod Peken. Daerah ini terpilih karena masuk zona merah atau terjadi kasus gigitan positif. Untuk bisa mencapai vaksinasi yang maksimal dalam hal ini di atas 70 persen dari estimasi populasi pihak Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Tabanan melibatkan masyarakat setempat yang diberikan nama e-tim.

Kepala UPTD Perternakan Tabanan, Ketut Murya memaparkan desa Delod Peken masuk dalam zona merah setelah ada kasus gigitan positif dari anjing yang dibawa dari pasar hewan Bringkit. “Anjing ini dibeli di Bringkit dan tidak tervaksin. Ternyata terinfeksi rabies dan akhirnya menggigit,” ujar Murya.

Masuknya anjing dari lintas daerah ini diakui Murya menjadi salah satu penyebab terjadi kasus gigitan positif. Diakui kontrol membawa anjing lintas daerah ini agak sulit. Padahal dari aturan tidak boleh membawa anjing dari luar namun masih dilakukan masyarakat. Selain anjing lintas daerah yang dibawa dengan sengaja, kasus gigitan positif juga terjadi dari anjing liar atau diliarkan pemiliknya yang tidak tervaksin.

Dari data UPTD kecamatan Tabanan, estimasi populasi anjing di Kecamatan Tabanan mencapai 5000 ekor. Perbandingan anjing yang dipelihara dengan baik dalam hal ini dikandangkan, diikat dan tervaksin teratur dengan yang liar atau diliarkan adalah 70 persen banding 30 persen. Meski anjing liar dan diliarkan prosentasenya lebih sedikit namun diakui Murya kasus gigitan positif lebih besar terjadi di kecamatan Tabanan. Hal ini karena dari kepadatan penduduk di kecamatan Tabanan yang memudahkan kontak anjing dengan penduduk.

Baca juga:  Vaksinasi Rabies di Denpasar Capai 83 Persen

Untuk bisa menyasar anjing liar maupun diliarkan ini agar bisa tervaksin dalan program vaksinasi massal kali ini pihak UPTD kecamatan Tabanan melibatkan masyarakat setempat.

Menurut Murya, tim vaksinasi dibagi atas tiga tim yaitu tim reguler dari Dinas Pertanian yang melayani di banjar atau lokasi yang ditetapkan sesuai jadwal. Disini tim menunggu masyarakat datang membawa hewan peliharaannya untuk di vaksin.

Tim kedua adalah e-tim yang melibatkan masyarakat setempat. Tim ini bertugas mencari anjing dalam hal ini anjing liar maupun diliarkan yang tidak terjangkau vaksin. Tim ketiga adalah tim kader desa yang berfungsi melakukan vaksinasi bagi anjing yang tidak sempat dibawa pemiliknnya untuk di vaksin karena kesibukan.

“Bagi pemilik anjing yang belum sempat memvaksin anjingnya bisa melaporkan ke kepala dusun yang kemudian meneruskan ke kantor desa. Dari kantor desa petugas akan mendatangi langsung untuk memvaksin,” jelas Murya.

Untuk menandai anjing yang sudah tervaksin pihak UPTD Peternakan Kecamatan Tabanan memberikan kalung berwarna ungu. Tanda ini sekaligus untuk acuan petugas dalam melakukan vaksinasi di lapangan maupun eleminasi nantinya. “Jadi saat melakukan vaksinasi anjing liar atau diliarkan, bisa diketahui dari kalung ini. Jika sudah berkalung tidak usah lagi di vaksin,” jelas Murya. (wira sanjiwani/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.