Koramil 1611-01/ Denpasar Timur (Dentim) menggelar komunikasi sosial (komsos) di Makoramil di Jalan Melati, Dentim, Senin (8/5). (BP/rah)
DENPASAR, BALIPOST.com – Maraknya isu SARA di media sosial (medsos) yang mengancam rasa nasionalime dan NKRI. Menyikapi kondisi tersebut Koramil 1611-01/ Denpasar Timur (Dentim) tidak mau tinggal diam. Danramil 1611-01/Dentim Kapten Inf. I Gusti Ngurah Putra menggelar komunikasi sosial (komsos) di Makoramil di Jalan Melati, Dentim, Senin (8/5).

Kegiatan tersebut dihadiri Camat Dentim, Dewa Made Pujawan, Camat Denpasar Utara (Denut) diwakili Sekcam, parah lurah, perbekel, bendesa, tokoh masyarakat, pecalang, tokoh agama, pengurus sekaa teruna dan pemuda. Danramil 1611-01/Dentim Kapten Inf. I Gusti Ngurah Putra dalam sambutannya mengatakan, tema komsos tersebut mengusung tema “Melalui Kegiatan Komunikasi Sosial dengan Kelompok Masyarakat, Kita Tingkatkan Kemanunggalan TNI dengan rakyat dan Wawasan Kebangsaan Dalam Rangka Memperkokoh Persatuan dan Kesatuan.”

Menurut Danramil, tujuan kegiatan ini untuk melakukan pembininaan dan meningkatkan komunikasi demi kokohnya ketahanan wilayah Dentim dan Denut. “Kami mengundang bapak ibu karena pentingnya kegiatan ini. Kegiatan ini merupakan komsos merupakan salah satu penjabaran undang-undang dalam rangka pembinaan kewilayahan,” ujarnya.

Baca juga:  Menyoal Jargon Bahasa dalam Medsos

Di era global saat ini, lanjut Kapten Ngurah Putra, banyak perubahan terjadi di segala aspek kehiduoan masyarakat. Perubahan itu membawa kemajuan dan banyak juga terjadi hal-hal sifatnya negatif. Arus informasi dari seluruh dunia bisa diketahui. “Harus diwaspadai informasi di medsos yang sifanya negatif karena akibatnya akan muncul-muncul ancaman,” ungkapnya.

Ia bersyukur komunikasi dan koordinasi aparat di wilayah Dentim dan Denut selama ini terjalin dengan baik. Berkat kesigapan komponen masyarakat dan karena kepedulian sehingga hingga saat ini wilayah tersebut tetap aman dan kondusif. “Sekarang masyarakat sudah pintar menyikapi perkembangan informasi khususnya medsos. Bila ada informasi negatif, saya berhadap dikomunikasikan dulu jangan sampai ada pihak ketiga menghasut dan memprovokasi. Apalagi adanya medsos, informasi tidak bisa terbendung. Ini harus diantisipasi demi keutuhan NKRI dan kondusifitas wilayah Dentim serta Denut,” harapnya. (Kerta Negara/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.