MANGUPURA, BALIPOST.com – Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Bali, Kamis (13/4) menggelar pengukuhan dan pembekalan kepada relawan Anti Narkoba Desa Kutuh, Kuta Selatan, Badung. Bertempat di Wantilan Pura Gunung Payung, Desa Kutuh, kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Republik Indonesia Komjen Pol Budi Waseso didampingi oleh Kepala BNN Provinsi Bali beserta jajaran, Forkompinda Kabupaten Badung.

Menurut Bendesa Adat Kutuh, Made Wena, pelaksanaan kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari kesepakatan yang sudah dilakukan 22 April 2016. Kesepakatan tersebut berupa, bagaimana untuk bisa dibantu agar kawasan wisata di sekitar Desa Kutuh, bersih dari narkoba ,dan mewujudkan desa kutuh menjadi lebih baik.

Warga berkomitmen untuk mendukung penuh BNN dalam upaya Pencegahan Pemberantas Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN). “Kemudian, pada 11 Januari 2017, di kawasan wisata Pantai Pandawa, kembali dilakukan penandatanganan sejumlah komitmen untuk menjadikan kawasan pariwisata Kutuh bersih narkoba,” ungkapnya.

Baca juga:  Selamatkan Bali dari Narkoba, Ini yang Dilakukan BNNP Bali
Dengan kesepakatan tersebut, pihak desa mulai menjalankan komitmen tersebut melalui pengukuhan relawan antinarkoba. Dengan mengambil tema “Menuju Masyarakat Kutuh yang Sehat, Cerdas, Mandiri dan Sejahtera,” komitmen ini diharapkan dapat membangun gerakan bersama untuk menuju masyarakat kutuh sehat, cerdas, mandiri dan sejahtera. “Saat ini, relawan ada 80 orang. Ada relawan yang memang ditugaskan atau yang bertugas di manajemen wisata dan ada juga relawan yang muncul dari niatannya sendiri, untuk bagaimana membangun Kutuh ini,” katanya.

Wena berharap, apa yang dilakukan hari ini bisa, menjadi tonggak serta mulai memikirkan untuk generasi ke depan. Pihaknya mengajak seluruh masyarakat, agar tidak wariskan kepada anak cucu sebuah kondisi yang tidak bagus.

Namun yang harus diwariskan adalah daerah yang bersih, daerah yang bagus untuk kehidupan lebih baik. “Kami berharap, keegiatan seperti ini tidaj merupakan kegiatan yang terakhir,” ujarnya.

Komitmen Luar Biasa

Kepala BNN RI, Komjen Pol Budi Waseso menjelaskan, di Desa Kutuh saat ini sudah terbangun satu komitmen yang sangat luar biasa. Yaitu, bagaimana menyelamatkan generasi dan yakin kedepan akan bisa lebih baik. Saat ini Negara Indonesia sudah mendapat ancaman, ini merupakan satu wujud perang modern karena Narkoba merupakan mesin pembunuh yang sangat efektif.

Karena bila mereka sudah terjerumus narkoba, maka pasti ke depan kehidupan mereka akan suram. “Komitmen kita harus jauhkan narkoba, selamatkan generasi muda ke depan. Kalau tidak seperti itu, negara kita akan hancur. Kalau itu dibiarkan terjadi, maka saya yakin negara ini akan runtuh,” paparnya.

Dijelaskannya, tugas relawan ini nanti sebagai kepanjangan tangan dari BNN, sehingga tugasnya adalah menyampaikan, memberikan edukasi kepada seluruh masyarakat yang ada di Desa Kutuh. Kami berharap, ke depan masrarakat indonesia paham tentang bahaya narkoba. Sehingga nantinya tidak ada lagi yang mau mencoba atau terlibat terhadap penyalahgunaan narkoba.

Di Bali, hampir di seluruh wilayah rawan terhadap Narkoba. Tidak hanya di Bali, di seluruh Indonesia juga rawan terhadap bahaya narkoba. Untuk di Desa Kutuh, ini salah satu desa yang sudah sadar dan ada komitmen terhadap pemberantasan narkoba.

Saat ini mulai dibangun edukasi, dalam rangka mewujudkan pemahaman masyarakat secara luas tentang bahaya Narkoba. “Dengan masyarakat mulai paham terhadap bahaya narkoba, tentu mereka tidak akan mencoba lagi,” tambahnya. (Yudi Karnaedi/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.