Residu Pestisida
Ilustrasi. (BP/dok)
DENPASAR, BALIPOST.com – Pada dasarnya, sayur dan buah organik ditanam tanpa menggunakan pestisida. Namun pada beberapa kasus, tanaman yang ditanam di tanah yang sebelumnya ditanam tanaman non organik, akan mengandung sedikit residu pestisida. Nah, pestisida inilah yang sering dikaitkan dengan tumbuh kembang anak.

Dikutip dari klikdoktr.com, anak-anak biasanya lebih banyak mengkonsumsi sayuran dan buah, hingga 60 persen, daripada orang dewasa. Karena sistem kekebalan tubuhnya belum sempurna, anak- anak menjadi rentan terhadap paparan pestisida.

Penelitian membuktikan bahwa pestisida pada makanan dapat mengganggu perkembangan kognitif anak. Kemampuan berpikir, mengingat, dan memecahkan masalah pada anak akan terganggu. Selain itu, pestisida juga dapat mengganggu sistem kekebalan tubuh, menyebabkan sikap agresif, dan penyakit kanker pada anak.

Mengonsumsi hewan non-organik juga memberikan dampak negatif pada tumbuh kembang anak. Hewan non-organik biasanya diberi hormon pertumbuhan. Bila dikonsumsi dapat memengaruhi pertumbuhan dan sistem reproduksi anak.

Baca juga:  Gara-gara Ini, Petani Enggan Pakai Pupuk Organik

Di Mexico, anak yang mengonsumsi makanan organik memiliki rata-rata pertumbuhan lebih tinggi daripada anak yang mengonsumsi makanan non-organik. Penelitian lain dari Environmental Health Perspectives menemukan bahwa konsumsi makanan organik selama lima hari bisa menurunkan jumlah pestisida yang menumpuk pada tubuh anak.

Wanita hamil yang terpapar banyak pestisida pun berisiko memiliki anak dengan IQ sedikit di bawah rata-rata. Oleh karena itu, wanita yang sedang mengandung dan menyusui bisa memberikan manfaat baik kepada anak dengan mengonsumsi makanan organik.

Meski demikian, ada juga makanan organik yang masih mengandung sedikit pestisida. Agar terbebas, sebaiknya cucilah sayur dan buah dengan bersih. Kemudian kupaslah sebelum mengonsumsinya.

Nutrisi adalah salah satu aspek penting untuk mendukung tumbuh kembang anak. Terkait dengan nutrisi makanan organik, memang masih diperlukan penelitian lebih lanjut. Namun tak ada salahnya untuk selalu berusaha memberikan yang terbaik untuk buah hati Anda. (Goes Arya/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.