Perbup
Suasana rapat terkait pembahasan Perbup Tabanan untuk dua perda inisiatif DPRD Tabanan. (BP/bit)
TABANAN, BALIPOST.com – Kritikan pedas keluar dari Ketua DPRD Tabanan, I Ketut ‘Boping’ Suryadi usai memimpin rapat paripurna intern terkait hasil pembahasan dua Ranperda inisiatif dewan, Kamis (30/3). Politisi PDIP asal Bajera Selemadeg ini menilai jajaran eksekutif kerap lambat mengeluarkan perbup sebagai turunan perda.

Tudingan kinerja eksekutif tersebut muncul karena sampai saat ini perda inisiatif dewan yang sudah ditetapkan terkait perlindungan petani juga belum ada kejelasan. Sehingga otomatis perda tersebut belum bisa diterapkan. “Perda itu jadi macan ompong dan tumpul,” ucapnya.

Baca juga:  Dua Ranperda Gagasan DPRD Tabanan Sepakat Dibahas
Boping juga memerintahkan jajarannya dalam hal ini komisi I untuk memantau eksekutif dalam penyiapan perbup. “Kita tidak mau main-main, jika perlu kita ajak eksekutif koordinasi, setiap ketok perda leading sektor terkait yang membidangi secara substansi perda itu segera buat draft untuk perbup, jika ada kegamangan terkait hukum bisa koordinasi,” ucapnya.

Ia pun berharap, dua ranperda inisiatif yang telah disetujui, yakni tentang perlindungan dan pemberdayaan nelayan dan pembudi daya ikan serta tentang tanggungjawab sosial perusahaan, untuk segera ditetapkan setelah melalui berbagai tahapan. Apalagi dua ranperda ini memang dibuat untuk menjawab persoalan yang kerap dihadapi di bawah. (Puspawati/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.