TABANAN, BALIPOST.com – Diduga gara-gara salah paham, seorang pemuda nekat menganiaya ibu kandungnya sendiri. Kini pemuda yang bernama I Gede Angra Arta Merta Sanjaya (23) harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di kantor polsek Kediri, Tabanan.

Kapolsek Kediri Kompol I Nyoman Sumarajaya seijin Kapolres Tabanan AKBP Marsdianto saat dikonfirmasi mengatakan kejadian penganiayaan anak kepada orang tua kandungnya sendiri ini terjadi saat umat Hindu tengah merayakan hari raya Nyepi, Selasa (28/3). Tepatnya sekitar pukul 12.00 wita, korban yang bernama Ni Ketut Nadiasih (43) warga banjar Pemenang, Desa Banjar Anyar, Kediri, Tabanan bermaksud hendak memindahkan gabah dibantu oleh suaminya I Nyoman Sutarna (47).

Saat itu Gede Angra (pelaku, red) tengah tidur-tiduran di ruang tamu. Karena suaminya tak kunjung keluar rumah, korban pun berteriak memanggil suaminya untuk segera memindahkan gabah yang akan dijemur di sawah yang berlokasi di timur rumah.

Baca juga:  Diduga Salah Paham, Pecalang Ditusuk Saat Nyepi
Saat memanggil suaminya itulah, terjadilah salah paham karena tiba-tiba anaknya yang berada di ruang tamu serta merta mendekati korban. Dan dengan posisi berhadapan tersebut pelaku justru memukul korban yang merupakan ibunya sendiri dengan menggunakan punggung tangan kanannya sebanyak  1 (satu) kali mengenai pipi kanan korban.

Akibatnya korban mengalami luka robek dan mengeluarkan darah, selanjutnya di bawa ke rumah sakit Tabanan untuk mendapatkan perawatan. Sejumlah saksi kemudian melaporkan kejadian ini ke pihak berwajib via telepon. Mendapat laporan penganiayaan tersebut, sejumlah anggota Polsek Kediri yang bertugas saat itu kemudian mengamankan pelaku dan membawanya ke kantor polisi. “Pelaku sudah kami amankan dan kini sedang dimintai keterangan lebih lanjut,” ucap Kapolsek Kediri.

Proses penahanan pelaku dikatakannya untuk mencegah adanya tindakan penganiayaan kembali kepada korban. Dari interogasi awal pelaku mengaku nekat menganiaya ibunya karena salah paham. (Puspawati/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.