Kondisi jalan rusak di Penelokan. (BP/ina)
BANGLI, BALIPOST.com- Rusaknya infrastruktur jalan di wilayah Kintamani akibat bencana alam beberapa waktu lalu cukup berpengaruh pada menurunnya tingkat kunjungan wisatawan belakangan ini. Terkait hal itu pemerintah pun diminta untuk segera melakukan upaya perbaikan sehingga kunjungan wisatawan bisa kembali normal.

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran (PHRI) Kabupaten Bangli terpilih I Ketut Mardjana Minggu (19/3) mengungkapkan pasca terjadinya bencana alam yang berdampak pada kerusakan infratruktur jalan, kunjungan wisatawan ke Kintamani belakangan ini menurun cukup drastis.

Bahkan dia menyebutkan penurunan kunjungan wisatawan mencapai 2/3 dari sebelumnya. “Saya melihat pasca bencana alam di Kintamani ada semcam ketakutan wisatawan untuk berkunjung ke Kintamani,” terangnya.

Mardjana mengatakan, menurunnya kunjungan wisatawan tentunya sangat berpengaruh terhadap penyedia jasa wisata termasuk perekonomian masyarakat secara umum di Kintamani. Terkait hal itu, pihaknya pun meminta pemerintah untuk segera melakukan perbaikan seperti pada kerusakan jalan di jalur Penelokan menuju Danau Batur yang ambles sebanyak empat titik.

“Harapan kami pemerintah bisa cepat tanggap, segera ditangani sehingga wisatawan bisa nyaman berkunjung,” ujarnya.

Baca juga:  Badung Kerja Keras Pulihkan Kunjungan Wisata

Selain itu pemerintah saat ini juga diminta melakukan sosialisasi kepada masyarakat luas bahwa Kintamani yang memiliki banyak tempat wisata masih sangat aman untuk dikunjungi.

Sementara berdasarkan data Dinas Pekerjaan Umum (PU), Tata Ruang, Perumahan dan Pemukiman Kabupaten Bangli, tercatat sepanjang 11,5 kilometer ruas jalan kabupaten dan desa serta enam jembatan rusak akibat bencana alam.

Selain jalan kabupaten dan desa, sejumlah ruas jalan milik pemerintah Provinsi dan jalan negara juga ambles tergerus longsor. Sekretaris Dinas PU, Tata Ruang, Perumahan dan Pemukiman Kabupaten Bangli Made Soma belum lama ini mengatakan, untuk memperbaiki kerusakan seluruh infrastruktur jalan dan jembatan itu pihaknya sudah melakukan langkah dan upaya yakni dengan mengajukan usulan ke Kementerian Pekerjaan Umum.

Pihaknya meyakini kerusakan jalan dan jembatan tersebut akan bisa tertangani tahun ini dengan dana pasca bencana yang diberikan pemerintah pusat. (dayu rina/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.