DENPASAR, BALIPOST.com – Ketua Bidang Organisasi, Kaderisasi, dan Keanggotaan (OKK) Dewan Pimpinan Pusat Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) melantik 65 pengurus Dewan Pimpinan Daerah HKTI Provinsi Bali Periode 2016-2021 di Denpasar, Jumat (17/3). Untuk ketiga kalinya, Prof. Dr. Nyoman Suparta kembali didapuk sebagai Ketua DPD HKTI Bali. Acara pelantikan sendiri mengangkat tema “Petani Makmur Indonesia Sejahtera”.

“Program-program ke depan saya kira tidak banyak jauh berbeda dari periode 2011-2016, tetapi ada penajaman-penajaman. Ada simpul-simpul yang akan kita kembangkan,” ujar Ketua DPD HKTI Bali 2016-2021, Prof. Dr. Ir. Nyoman Suparta, MS, MM, disela-sela pelantikan.

Suparta memaparkan, program-program HKTI Bali ditajamkan dari hulu ke hilir. Di hulu misalnya, petani tidak hanya sekedar diajak untuk menanam. Tapi pola pikir dan jiwa kewirausahaannya akan lebih diasah agar bisa berkembang. Sejalan dengan itu, masalah lahan yang selama ini kerap menjadi pembatas untuk berkembang juga akan dicarikan solusinya.

Baca juga:  Bantuan Alat Pertanian Tak Menjamin Nasib Baik Petani
“Kami akan berusaha bagaimana meningkatkan luasan lahan garapan petani. Kalau sekarang kan hanya 0,35 hektar per KK petani, mau diapakan juga akan sulit untuk meningkatkan pendapatan petani. Oleh karena itu, kita akan berjuang agar bisa minimal 1 hektar per KK petani,” jelasnya.

Program selanjutnya, kata Suparta, HKTI fokus mengatasi masalah krisis air terutama pada saat musim kemarau. Air nantinya diupayakan melalui kegiatan penghijauan di daerah hulu. Dalam hal ini, bekerjasama pula dengan hotel dan restauran melalui kegiatan CSR. Setelah ada air, akan dikelola dengan baik bersama dinas-dinas terkait.

“Hal yang paling penting kemudian adalah memasarkan hasilnya. Kami akan mendorong pemerintah supaya bisa diwujudkan pasar induk di Bali. Tetapi konsepnya adalah mengembangkan sistem pemasaran hasil pertanian Bali,” imbuhnya.

Pasar Induk

Suparta yakin, kehadiran pasar induk dengan sistem pemasaran hasil pertanian Bali akan memunculkan kekuatan yang berimbang antara petani, lahan yang tersedia untuk diolah petani, serta pasar yang menjanjikan. Bali pun akan lebih makmur dari sektor pertanian. Kemudian secara vertikal, pemerintah diharapkan menghasilkan kebijakan yang lebih pro petani.

“Kan sering kebijakan itu tidak pro petani. Akibatnya kebijakan yang ada itu, sudah ada program, sudah ada kegiatan tapi belum mampu mensejahterakan petani,” terangnya.

Suparta menambahkan, HKTI Bali akan memperjuangkan agar pemerintah menyisihkan dana dari penghasilan pariwisata untuk sektor pertanian. Paling tidak ada 10 dolar per orang wisatawan yang disisihkan untuk pengembangan dan pembangunan pertanian.

Baca juga:  Tanaman Kakao Diserang Hama, Harga Anjlok Petani Menjerit
Sementara itu, Ketua Bidang OKK DPN HKTI Dr. Manimbang Kahariady mengatakan, DPD HKTI Bali terbilang sangat intens berkomunikasi dengan HKTI pusat. Tidak hanya terkait organisasi, tapi pemikiran-pemikiran Prof. Suparta khususnya kerap dijadikan rujukan penting HKTI. Suparta dinilai memiliki semangat juang luar biasa dalam mengurus petani. Terlebih sekarang, minat generasi muda untuk menekuni pertanian sangat rendah. Masalah ini diharapkan mendapat perhatian dalam rapat kerja daerah, sebab telah dibahas pula oleh HKTI pusat.

“Selamat berjuang kepada para pengurus, teruskan melakukan karya-karya nyata dekat dengan rakyat dan jalin komunikasi, kemitraan yang strategis dengan pemerintah dan segenap lapisan masyarakat agar kita mudah mencapai apa yang menjadi harapan dan tujuan kita bersama untuk memajukan petani dan pertanian,” ujarnya.

Pelantikan pengurus DPD HKTI Bali 2016-2021 dihadiri pula oleh Dewan Penasihat dan Dewan Pakar HKTI Bali, Ketua Wanita Tani Indonesia Provinsi Bali Tutik Kusumawardani, Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Provinsi Bali I.B. Wisnuardhana, Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Bali I Putu Sumantra, Ketua PHDI Pusat Wisnu Bawa Tenaya, serta sejumlah tokoh masyarakat Bali. (Rindra Devita/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.