Pelajar antusias melihat brosur antinarkoba di mobil sosialisasi milik BNNP Bali.(BP/ist)
DENPASAR, BALIPOST.com – Beragam fasilitas penunjang sosialisasi BNNP Bali dan BNNK digelontor oleh BNN RI. Selain mobil yang dilengkap mesin Incinerator, juga diberikan mobil khusus untuk sosialisasi lengkap berisi videotron, brosur dan lainnya.

Kini mobil tersebut keliling kabupaten untuk sosialisasi Pencegahan, Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN), terutama menyasar pelajar.

“Upaya pencegahan terus kami lakukan. Dengan kendaraan yang diberikan BNN, kami bisa maksimalkan melakukan sosialisasi,” kata Kepala BNNP Bali Brigjen Pol. Putu Gede Suastawa, Senin (6/3).

Bidang Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat (P2M) BNNP Bali melaksanakan kampanye P4GN menggunakan mobil sosialisasi, Minggu (5/3) lalu. Kegiatan tersebut dilaksanakan lapangan Kapten Mudita, Bangli, mulai pukul 06.30 hingga 09.00 Wita.

Kegiatan tersebut menyasar masyarakat sedang berolahraga. “Kegiatan diawali dengan pembagian leaflet, kemudian pemaparan bagaimana bahaya dan dampak dari penyalahgunaan narkoba. Dengan demikian masyarakat lebih memahami bahaya narkoba serta bisa lebih mawas diri, serta memiliki sikap imun terhadap penyalagunaan dan peredaran gelap narkoba,” ujarnya.

Tim Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat BNNP Bali juga menekankan terhadap bagaimana cara menolak segala bentuk ajakan terhadap penyalagunaan narkoba.

Sebelumnya, pelajar di wilayah Klungkung dapat perhatian dari BNNP Bali agar tidak sampai terjerumus narkoba. Upaya pencegahan dan sosialisasi P4GN dilaksanakan saat car free day di depan Puri Agung Klungkung, Minggu (26/2).

Baca juga:  Cegah Peredaran dan Penggunaan Narkoba, Bangli Perlu BNNK

Pelajar, PNS dan masyarakat yang sedang olahraga antusias menyimak sosialisasi serta membaca brosur antinarkoba. Kegiatan sosialisasi P4GN itu diikuti diantaranya pelajar SMK TI Global, SMAN 1 Semarapura dan masyarakat yang ikut dalam acara car free day.

“Kami apresiasi respon Bapak Bupati dan pelajar di Klungkung. Mudah-mudahan dengan kegiatan ini, masyarakat Klungkung lebih paham bahaya narkoba sehingga tidak akan pernah coba-coba,” tegas Brigjen Suastawa.
Tujuannya kegiatan itu dalam rangka pencegahan penyalahgunaan narkotika. Selain itu, memberikan informasi kepada masyarakat betapa bahayanya akibat dari penyalahgunaan narkotika.
Sedangkan BNNP tidak pernah bosan melakukan sosialisasi, demi menyelamatkan krama Bali dari bahaya narkoba. “Masyarakat kita harus paham efek narkoba adalah depresan, yaitu menurunkan kerja otak dan memperlambat aktivitas atau respon tubuh bagi penyalah guna morfin, heroin dan alkohol,” ujarnya.
Salah satu efeknya halusinogen yaitu menganggu persepsi panca indra dalam merespon rangsangan. Efek ini ditimbulkan ganja, LSD, magic mushrooms dan lainnya.
“Magic mushroom atau jamur tahi sapi kan mudah didapat di desa-desa. Ini harus diwaspadai. Dampaknya sangat membahayakan. Masyarakat Klungkung harus diselamatkan dari peredaran narkoba,” ujar Suastawa.(Kerta Negara/Balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.