Desa Darmasaba, Badung, melakukan penyemprotan ULV untuk mengantisipasi penyebaran DBD saat musim pancaroba. Warga diimbau rutin melakukan 3M Plus.(BP/istimewa)

MANGUPURA, BALIPOST.com – Ancaman Demam Berdarah Dengue (DBD) saat musim pancaroba tak bisa dianggap sepele. Mengantisipasi potensi penyebaran penyakit akibat gigitan nyamuk Aedes aegypti, Pemerintah Desa Darmasaba, Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung, bergerak melakukan penyemprotan menggunakan kendaraan Ultra Low Volume (ULV) di sejumlah kawasan permukiman.

Penyemprotan dilakukan dengan menyisir lingkungan desa untuk menekan populasi nyamuk dewasa yang berpotensi menularkan virus dengue. Langkah ini menjadi upaya preventif pemerintah desa, mengingat perubahan cuaca dan hujan yang tidak menentu dapat meningkatkan potensi munculnya tempat perkembangbiakan nyamuk.

Baca juga:  Pantai Gianyar Belum Miliki Alat Deteksi Tsunami

Perbekel Darmasaba, Ida Bagus Surya Prabhawa Manuaba, mengatakan kegiatan tersebut merupakan hasil sinergi Pemerintah Desa Darmasaba dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Badung melalui UPTD Puskesmas Abiansemal III.

Ia menegaskan, kegiatan penyemprotan ini merupakan bentuk kepedulian terhadap kesehatan masyarakat sekaligus langkah antisipasi menghadapi meningkatnya risiko DBD saat pancaroba.

“Kegiatan ini bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Badung melalui Puskesmas III Abiansemal. Jadi, kegiatan penyemprotan ini tidak menggunakan anggaran desa,” ungkap I.B. Surya Prabhawa pada Minggu (8/11).

Baca juga:  Tambahan Kasus COVID-19 Nasional Turun ke Empat Ratusan Orang

Melalui kegiatan tersebut, pemerintah desa berharap potensi penyebaran DBD dapat ditekan sehingga masyarakat bisa beraktivitas dengan lebih aman dan nyaman.

“Kita harapkan penyemprotan ini bisa mencegah masyarakat dari penyakit demam berdarah. Lebih baik mencegah daripada mengobati,” paparnya.

Meski demikian, penyemprotan ULV bukan satu-satunya solusi untuk memberantas DBD. Peran aktif masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan tetap menjadi kunci utama memutus siklus perkembangbiakan nyamuk.

Pemerintah Desa Darmasaba mengimbau warga rutin melakukan pemberantasan sarang nyamuk melalui gerakan 3M Plus, yakni menguras tempat penampungan air, menutup wadah penyimpanan air, serta mendaur ulang atau memanfaatkan kembali barang bekas yang berpotensi menampung air.

Baca juga:  Astra Untuk Indonesia Sehat, Festival Kampung Berseri Astra Hadir di Denpasar

Warga juga diminta memperhatikan genangan air di sekitar rumah, terutama setelah hujan, karena dapat menjadi tempat nyamuk berkembang biak.

Pemerintah Desa Darmasaba berharap sinergi dengan jajaran kesehatan dan kesadaran masyarakat dapat memperkuat upaya pencegahan DBD. Dengan menjaga kebersihan lingkungan secara konsisten, ancaman penyakit akibat nyamuk Aedes aegypti diharapkan dapat diantisipasi sejak dini.(Parwata/balipost)

BAGIKAN