Turis melihat koleksi di Museum Semarajaya Klungkung. (BP/Istimewa)

SEMARAPURA, BALIPOST.com – Museum Semarajaya Klungkung bakal ditutup selama dua bulan, mulai November hingga Desember 2026. Penutupan dilakukan seiring proyek revitalisasi tata pameran koleksi yang menelan anggaran Rp2,4 miliar dari pemerintah pusat. Penataan ini diharapkan membuat ruang pamer lebih lapang, estetis, dan informatif.

Kepala UPTD Museum Semarajaya Klungkung, Cokorda Gede Nala Rukmaja ketika dikonfirmasi, Kamis (5/11) mengatakan Museum Semarajaya menjadi satu dari empat museum di Bali yang terpilih mendapatkan program revitalisasi dari pemerintah pusat.

Menurutnya, revitalisasi ini merupakan bentuk perhatian pemerintah pusat terhadap pelestarian seni dan budaya di Kabupaten Klungkung. Proyek tersebut didanai melalui Badan Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah Bali.

Baca juga:  Revitalisasi dan Regenerasi Pengawas Sekolah

“Revitalisasi ini fokus pada tata pameran agar museum bisa ‘bercerita’ lebih baik, bukan mengubah struktur gedung cagar budaya,” ujar Rukmaja.

Untuk mendesain tata pameran, pihaknya mempercayakan kepada konsultan khusus, Marlowe, putra Prof Dr Made Bandem yang juga kerap bertindak sebagai kurator di Museum Saka, Jimbaran.

Rukmaja menjelaskan, seluruh ruangan museum akan ditutup selama proses pengerjaan. Langkah ini dilakukan agar aktivitas revitalisasi tidak terganggu kunjungan masyarakat maupun wisatawan. Terlebih, Museum Semarajaya selama ini cukup sering dikunjungi rombongan pelajar.

Baca juga:  Kasanga Fest 2026: Bertema 'Jalasadha', Ogoh-ogoh ST Kertha Yoga Angkat Pewayangan Jawa

“Kami juga sudah bersurat kepada Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga terkait kunjungan siswa. Begitu juga kepada Dinas Pariwisata terkait kunjungan wisatawan,” jelasnya.

Dia mengungkapkan, salah satu pembenahan utama menyasar keberadaan vitrine atau lemari kaca tempat memajang koleksi. Selama ini, banyaknya vitrine membuat ruang pamer terkesan sempit. Karena itu, penataan ulang akan dilakukan, termasuk mengganti sejumlah lemari kaca yang dinilai terlalu memakan tempat.

“Ruangan kita sebelumnya agak kecil dan banyak vitrine yang membuat ruangan terkesan sempit. Nanti penataannya akan diperbarui, termasuk pencahayaan (lighting) dan vitrine per ruangan agar tampil lebih rapi dan jelas,” tambahnya.

Baca juga:  Tahun 2019, Pemkab Karangasem Revitalisasi Tiga Pasar

Selain tata letak koleksi, revitalisasi juga menyasar pencahayaan dan estetika visual setiap ruangan. Dengan pembenahan tersebut, koleksi museum diharapkan dapat disajikan lebih menarik dan mudah dipahami pengunjung.

Museum Semarajaya sendiri menyimpan sekitar 400 koleksi. Saat ini, desain akhir tata pameran telah rampung disusun tim kurator dan siap direalisasikan. Pengerjaan di masing-masing ruangan akan dilakukan secara bertahap.

“Kami di UPTD Museum Semarajaya berharap revitalisasi berjalan sesuai jadwal sehingga museum dapat kembali menerima kunjungan masyarakat dan wisatawan setelah pengerjaan rampung pada akhir Desember 2026,” katanya. (Sri Wiadnyana/denpost)

BAGIKAN