
AMLAPURA, BALIPOST.com – Bupati Karangasem, I Gusti Putu Parwata atau Gus Par melaksanakan sidak proyek revitalisasi SDN 1 Bukit dan SDN 2 Bukit, Kecamatan/Kabupaten Karangasem, Jumat (8/10). Dalam sidak yang didampingi oleh Kajari Karangasem, Kusufi Esti Ridliani dan Kepala Disdikpora Karangasem, I Gusti Bagus Budiadnyana tersebut, Gus Par meminta rekanan mengutamakan kualitas bangunan sehingga lebih lama dapat dimanfaatkan oleh siswa.
Bupati Gus Par mengungkapkan, rehab atau revitalisasi ini sangat dibutuhkan sekolah-sekolah yang ada di Karangasem. Ia menjelaskan, dari pemantauan yang dilakukan, tidak ada kekurangan yang signifikan. “Semua sesuai dengan progres. Dan kualitasnya kita lihat, ya sudah bagus semua. Nanti pemanfaatannya kepada anak-anak kita, itu yang paling penting,” ujarnya.
Gus Par mengatakan, untuk memastikan kualitas bangunan, pihaknya juga meminta kepala sekolah terus memantau apa yang menjadi kekurangan selama proses pengerjaan bangunan. “Seperti atap ada kelonggaran seperti tadi, biar segera bisa diperbaiki. Pengerjaan pasti ada saja sedikit kekurangan, otomatis yang mana menjadi kekurangan itu sebelum diserahterimakan harus dicek terlebih dahulu,” katanya.
Gus Par juga menegaskan, aspek administrasi juga jangan sampai diabaikan. “Makanya laporan harian, mingguan, itu harus betul-betul bagus. Proyek ini harus dibarengi dengan administrasi yang betul-betul sesuai dengan apa yang dicantumkan di RAB itu sendiri,” imbuhnya.
Dia menjelaskan, pihaknya melibatkan kejaksaan dalam pengawasan proyek revitalisasi sekolah, mengingat anggarannya bersumber bantuan dari pusat. Diharapkan, pelibatan kejaksaan akan makin memperkuat pengawasan sehingga proyek terealisasi sesuai perencanaan.
Sementara itu, Kajari Karangasem, Kusufi Esti Ridliani menjelaskan, program revitalisasi ini merupakan program prioritas untuk percepatan pembangunan khususnya di bidang pendidikan di Kabupaten Karangasem. Untuk itu, program ini menjadi salah satu agenda penting yang perlu mendapatkan pendampingan dari kejaksaan.
“Mengingat pengerjaanya dilakukan secara swakelola, jadi ada efisiensi, efektivitasnya juga, dan partisipatif dari komite, dari pihak sekolah, dan juga dari masyarakat, terutama yang anak-anaknya bersekolah di sini. Maka dari itu, kesadaran kita sebagai masyarakat untuk turut mengawasi karena nanti yang menggunakan anak-anak kita,” katanya.
Lebih lanjut dikatakannya, pihaknya berharap pelaksanaan pembangunan sesuai dengan perencanaan, tepat sasaran, kualitasnya terjaga, dan anggaran dapat terserap maksimal.
Sementara itu, Kepala SDN 2 Bukit, I Wayan Sudiartika mengatakan, gedung yang diperbaiki yakni ruangan kelas 4 sampai 6, ruang perpustakaan, dan ruang guru. “Untuk proses belajar mengajar siswa sementara waktu memanfaatkan tiga ruangan dengan dua shift. Untuk siswa kelas I sampai III belajar pagi, untuk siswa kelas IV-VI belajar mulai pukul 09.30 WITA,” katanya. (Eka Parananda/balipost)










